Huawei dan Meralco Luncurkan Solusi Distribusi Listrik Pintar Berbasis AI di Barcelona

GLOBAL, TEKNOLOGI35 Dilihat

BARCELONA, SINKAP.info Huawei resmi memperkenalkan Intelligent Distribution Solution (IDS) dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Spanyol. Langkah strategis ini dilakukan melalui kolaborasi dengan perusahaan listrik Filipina, Meralco, dan penyedia solusi energi SANXING Ningbo, guna mempercepat transformasi digital pada sistem kelistrikan global.

Peluncuran ini menjadi bagian dari inisiatif “Lighthouse” yang bertujuan menciptakan standar baru dalam sistem distribusi listrik yang lebih transparan, efisien, dan ramah lingkungan.

Digitalisasi dan AI Jadi Kunci Masa Depan Energi

CEO Huawei Electric Power Digitalization BU, David Sun, menegaskan bahwa transisi energi saat ini didorong oleh empat faktor utama: energi hijau, ketahanan jaringan, distribusi transparan, dan elektrifikasi beban. Menurutnya, teknologi komunikasi dan AI kini bukan lagi sekadar pendukung, melainkan inti dari sistem produksi energi modern.

MENARIK DIBACA:  Food Expo PRO dan International Tea Fair 2026 Perkuat Hub Pangan Asia

“Komunikasi, digitalisasi, dan AI menjadi fondasi utama sistem tenaga listrik masa depan. Hal ini memerlukan kapabilitas kuat dalam transformasi digital dan keamanan siber,” ujar David Sun dalam forum bertajuk “Advancing All Intelligence, Empowering the Future Power System” (6/3/2026).

Empat Keunggulan Utama Solusi IDS

Solusi IDS yang diluncurkan Huawei bersama Meralco dan SANXING Ningbo menawarkan empat kemampuan inti yang menjawab tantangan distribusi listrik tegangan rendah (400 V):

  1. Komunikasi Handal: Memastikan konektivitas stabil di seluruh jaringan.

  2. Edge Computing: Pemrosesan data yang lebih cepat di lokasi terdekat.

  3. Kolaborasi Cloud-Edge: Sinkronisasi data antara pusat dan lapangan.

  4. Transparansi Tegangan Rendah: Memungkinkan visualisasi ruang distribusi dan pengelolaan energi terbarukan secara real-time.

Dengan arsitektur ini, perusahaan listrik dapat menekan angka kehilangan daya (line loss) serta mengubah sistem digital yang terfragmentasi menjadi sistem terbuka yang terintegrasi.

MENARIK DIBACA:  Coca-Cola Ajak Gen Z Bentuk Tradisi Imlek 2026 Lewat Kolaborasi Lintas Generasi

Cetak Biru Jaringan Listrik Global

Dalam forum tersebut, Huawei juga merilis White Paper mengenai target jaringan komunikasi untuk sistem tenaga listrik masa depan. Dokumen ini memperkenalkan arsitektur pionir yang menggabungkan jaringan optik, nirkabel, hingga komunikasi satelit untuk menjamin ketahanan infrastruktur listrik.

Sejumlah pemimpin industri global, termasuk perwakilan dari Eskom (Afrika Selatan) dan Senelec (Senegal), turut hadir membagikan wawasan mengenai bagaimana jaringan nirkabel privat dan restrukturisasi komunikasi dapat meningkatkan ketahanan gardu induk.

Melalui kemitraan “Lighthouse” ini, Huawei berkomitmen membagikan praktik terbaik digitalisasi yang dapat direplikasi dan dikembangkan oleh perusahaan listrik di seluruh dunia menuju masa depan rendah karbon.