Lomba Invensi BRIDA Medan Satukan Inovator Warga Dorong Pembangunan Kota Berkelanjutan Nyata

Medan115 Dilihat

MEDAN, SINKAP.infoBadan Riset dan Inovasi Daerah Kota Medan (BRIDA) menggelar Lomba Invensi dan Pengabdian Masyarakat Seri II di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi inovator dan pegiat pengabdian masyarakat dalam mendukung pembangunan kota berbasis partisipasi warga.

Ajang tersebut merupakan bagian dari program Semua untuk Medan, sebuah gerakan kolaboratif Pemerintah Kota Medan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menghadirkan inovasi dan karya nyata yang berdampak langsung.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan secara tersentralisasi oleh pemerintah semata. Menurutnya, sinergi dengan masyarakat menjadi kunci melahirkan gagasan dan solusi yang aplikatif.

Semua untuk Medan berarti kami ingin menyerap ide dari masyarakat, mengolahnya menjadi program, dan mengimplementasikannya kembali untuk masyarakat,” ujar Rico.

MENARIK DIBACA:  Dialog Kebangsaan UMSU Perkuat Toleransi dan Harmonisasi SARA di Sumatera Utara

Ia juga menyebut Kota Medan memiliki potensi besar melahirkan inovator hingga tingkat nasional dan internasional jika karya-karya tersebut diberi ruang dan dukungan implementasi.

Kepala BRIDA Kota Medan, Benny Iskandar, menjelaskan lomba ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi masyarakat dalam menjawab persoalan kota melalui pendekatan riset dan pengabdian.

Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi dengan ratusan pendaftar dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, pelajar, hingga masyarakat umum. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi dan penilaian, terpilih 25 finalis yang mempresentasikan karya, terdiri dari 15 finalis kategori Invensi dan 10 finalis kategori Pengabdian Masyarakat.

Salah satu finalis kategori Pengabdian Masyarakat adalah Sry Lestari Samosir, dosen Universitas Negeri Medan, yang mengusung program Pemajuan Kebudayaan dan Nilai Kebhinekaan melalui Klinik Kebhinekaan sebagai pusat edukasi, kolaborasi, dan advokasi masyarakat.

MENARIK DIBACA:  dr.H.Erik Adtrada Ritonga MKM Serahkan LKPD Anggaran 2022 ke BPK-RI Perwakilan Sumut

Program tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap pembangunan yang kerap berfokus pada teknologi dan digitalisasi, sementara isu kebebasan beragama atau berkeyakinan serta hak asasi manusia masih kurang mendapat perhatian.

Melalui Klinik Kebhinekaan, Sry membangun ruang dialog lintas komunitas yang melibatkan mahasiswa, komunitas kepercayaan lokal, lembaga bantuan hukum, sekolah inklusif, hingga masyarakat umum. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada edukasi nilai kebangsaan, tetapi juga menyediakan ruang advokasi bagi warga yang mengalami diskriminasi.

“Bangsa besar bukan hanya yang maju teknologinya, tetapi yang kuat dalam merawat keberagamannya,” ujar Sry.

Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan karya-karya yang terbukti efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. Lomba ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang penghargaan, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.