XTransfer Incar Malaysia Jadi Hub Kepatuhan Regional di Forum Ekonomi 2026

Bisnis, GLOBAL73 Dilihat

KUALA LUMPUR, SINKAP.info — Platform keuangan lintas negara B2B, XTransfer, turut ambil bagian dalam Forum Ekonomi Malaysia 2026 (Malaysia Economic Forum/FEM 2026) dan menyatakan rencananya menjadikan Malaysia sebagai pusat kepatuhan (regional compliance hub) di kawasan Asia.

Pendiri dan CEO XTransfer, Bill Deng, menjadi pembicara dalam diskusi panel bertajuk “Made by Malaysia: Accelerating Technology Applications & Innovation”, yang membahas strategi pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mendorong ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM/MSMEs) sejalan dengan Rencana Malaysia ke-13 (13th Malaysia Plan/13MP).

Dalam forum tersebut, Bill Deng berdiskusi bersama Wakil Menteri Keuangan Malaysia YB Tuan Liew Chin Tong serta Senior Director of Engineering SkyeChip, Ooi Ching Liang. Diskusi menyoroti penguatan industri bernilai tinggi, percepatan komersialisasi riset dan pengembangan, peningkatan produktivitas, serta integrasi UMKM ke dalam rantai nilai global.

MENARIK DIBACA:  Bisnis Tertarik AI untuk Keberlanjutan, Namun Khawatirkan Konsumsi Energi

Bill Deng mengungkapkan bahwa banyak pelaku usaha di Malaysia sebenarnya telah siap menembus pasar ekspor, namun masih menghadapi hambatan dalam memperbesar skala bisnis. Tantangan utama yang kerap dihadapi meliputi kepercayaan, kepatuhan regulasi, dan skala operasional, yang berdampak pada keterlambatan pembayaran, permintaan dokumen berulang, ketidakpastian nilai tukar, hingga tekanan modal kerja saat pesanan meningkat.

“Bagi UMKM B2B di perdagangan internasional, kendala terbesar bukanlah permintaan pasar, melainkan kompleksitas operasional di balik pembayaran lintas negara, valuta asing, dan kepatuhan,” ujar Bill.

Ia menambahkan bahwa penerapan anti-money laundering (AML) sering kali menjadi tantangan baik bagi perbankan maupun UMKM, sehingga memperlambat arus perdagangan yang sah.

Lebih lanjut, Bill menyoroti pergeseran struktur perdagangan global dari satu koridor utama menuju jalur intra-Asia dan negara-negara berkembang (South–South trade). Tren ini tercermin dalam data transaksi XTransfer sepanjang 2025, di mana rata-rata nilai penerimaan dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin meningkat 106 persen secara tahunan. Pertumbuhan tertinggi tercatat di Afrika yang melampaui 270 persen, disusul Amerika Latin 94 persen, dan kawasan ASEAN 82 persen.

MENARIK DIBACA:  Bukan Pusat Data Biasa, STT GDC Luncurkan Infrastruktur AI Masa Depan

Wakil Menteri Keuangan Malaysia YB Liew Chin Tong menilai tren tersebut sebagai peluang strategis yang sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Malaysia ke depan.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, XTransfer menyatakan rencana untuk menjadikan Malaysia sebagai pusat kepatuhan regional. Keputusan ini didasarkan pada keunggulan geografis dan zona waktu, lingkungan regulasi yang matang, ketersediaan talenta di bidang kepatuhan dan manajemen risiko, serta efisiensi biaya.

“Malaysia menawarkan kombinasi talenta, tata kelola, dan kedekatan regional yang memungkinkan kami meningkatkan kapasitas kepatuhan seiring pesatnya pertumbuhan perdagangan intra-Asia dan pasar berkembang,” pungkas Bill.