VinEnergo Gandeng SunAsia Bangun Proyek Surya Raksasa, Perkuat Ketahanan Energi Filipina

Bisnis, GLOBAL36 Dilihat

HANOI, SINKAP.info – VinEnergo, perusahaan energi yang merupakan bagian dari ekosistem hijau Vingroup, menjalin kemitraan strategis dengan SunAsia Energy Inc. untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya skala besar berbasis Solar on Water yang terintegrasi dengan sektor akuakultur di Filipina.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang disaksikan Sekretaris Energi Filipina Sharon Garin dan Duta Besar Vietnam untuk Filipina Lai Thai Binh. Proyek ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan lebih dari US$1,5 miliar sepanjang masa operasionalnya, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi infrastruktur, dan peningkatan ketahanan energi Filipina.

Chief Executive Officer (CEO) VinEnergo, Nguyen Anh Khoa, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas ekspansi perusahaan di kawasan Asia Tenggara melalui pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini menunjukkan ambisi pertumbuhan regional VinEnergo. Kami menghadirkan solusi yang menggabungkan pengembangan energi berkelanjutan dengan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab. Teknologi pembangkit surya di atas air tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga menjaga mata pencaharian masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor energi dan pertanian secara bersamaan,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Teknologi AI Selamatkan Lutung Langka, Populasi Naik Drastis dari Ambang Kepunahan

Dalam tahap awal, VinEnergo dan SunAsia Energy menargetkan tiga proyek utama mulai beroperasi pada periode 2027–2028 dengan total kapasitas terpasang mencapai 422 megawatt peak (MWp).

Ketiga proyek tersebut akan dibangun di Macabebe, Provinsi Pampanga, berkapasitas 181 MWp, Sagay di Provinsi Negros Occidental sebesar 126 MWp, serta Silay yang juga berada di Negros Occidental dengan kapasitas 115 MWp.

Saat beroperasi, proyek-proyek tersebut diperkirakan mampu memasok listrik bagi sekitar 278 ribu rumah tangga di Filipina serta mengurangi emisi karbon lebih dari 460 ribu ton per tahun, setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 21 juta pohon.

Selama 18 bulan ke depan, kedua perusahaan akan fokus pada penyusunan desain teknik, pemilihan penyedia teknologi, kontraktor, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Proyek ini akan menggunakan hampir 700 ribu panel suryayang dipasang di atas struktur tiang di permukaan air serta pembangunan sekitar 62 kilometer jaringan transmisi di wilayah Negros dan Pampanga.

MENARIK DIBACA:  ABBANK Luncurkan Platform Perbankan Digital dengan Migrasi Pelanggan 100% dalam 3 Bulan

Teknologi Solar on Stilts yang diterapkan memungkinkan panel surya dipasang di atas badan air tanpa mengganggu aktivitas budidaya perikanan. Konsep tersebut dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendukung pengembangan sektor energi bersih dan produksi pangan secara berkelanjutan.

CEO sekaligus Chairperson SunAsia Energy, Tetchi Capellan, mengatakan kemitraan ini didorong oleh visi bersama untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui model Floating Solar, kami tidak hanya membangun infrastruktur energi terbarukan, tetapi juga menciptakan ekosistem di mana produksi pangan dan energi bersih dapat berkembang secara bersamaan,” katanya.

Pengumuman kerja sama strategis tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan KTT ASEAN di Filipina. Momentum ini dinilai memperkuat komitmen kedua perusahaan dalam mendorong kolaborasi lintas negara untuk menghadapi tantangan energi dan perubahan iklim di kawasan.

Selain menjadi tonggak ekspansi internasional VinEnergo, proyek ini juga memperlihatkan kemampuan perusahaan Vietnam dalam mengembangkan model energi terbarukan inovatif yang mendukung target transisi energi berkelanjutan di kawasan ASEAN maupun tingkat global.