Riset Terbaru Ungkap Gen Z Borong Berlian Alami, Harga Melonjak dan Tren Berubah Drastis

GLOBAL, Lifestyle28 Dilihat

LONDON, SINKAP.info – Permintaan berlian alami di Amerika Serikat menunjukkan tren positif dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin beragam. Hal itu terungkap dalam laporan terbaru De Beers Group bertajuk The Diamond Report, yang memuat hasil studi terhadap 18.500 perempuan berusia 18–74 tahun di pasar berlian terbesar dunia.

Hasil riset yang rampung pada 2026 tersebut menunjukkan bahwa berlian alami masih menjadi perhiasan mewah paling diminati. Sebanyak 11 persen responden menjadikan berlian alami sebagai hadiah mewah yang paling diinginkan, mengungguli berlian sintetis (8 persen), batu permata lainnya (5 persen), maupun perhiasan emas (4 persen).

Laporan itu juga mencatat rata-rata harga pembelian perhiasan berlian alami meningkat sekitar 25 persen dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, harga rata-rata mencapai US$4.063 per unit, naik dari US$3.242 pada 2023. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya minat konsumen terhadap berlian dengan ukuran karat yang lebih besar.

Generasi Z (Gen Z) menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pasar. Kelompok ini kini menyumbang sekitar 23 persen nilai permintaan berlian alami di Amerika Serikat, meski hanya mencakup 18 persen populasi. Bahkan, rata-rata pengeluaran Gen Z untuk membeli berlian alami mencapai US$4.080 per perhiasan, hampir dua kali lipat dibandingkan generasi Baby Boomers yang menghabiskan sekitar US$2.250.

MENARIK DIBACA:  Colgate Luncurkan K-Drama TikTok, Cara Baru Menarik Jutaan Konsumen Asia

Tak hanya untuk pertunangan atau pernikahan, alasan pembelian berlian kini semakin beragam. Konsumen mulai membeli berlian untuk merayakan pencapaian pribadi, seperti memperoleh pekerjaan baru, promosi jabatan, meraih prestasi, hingga sebagai hadiah untuk diri sendiri.

Peneliti utama Diamond Demand Insights & Analytics De Beers Group, Diana Mitkov, mengatakan perubahan motivasi konsumen menjadi peluang baru bagi industri berlian.

“Generasi saat ini tetap menginginkan berlian alami seperti generasi sebelumnya. Namun, alasan pembelian kini semakin luas, tidak lagi hanya berkaitan dengan pernikahan atau pertunangan, melainkan juga sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian pribadi,” ujarnya.

Selain memotret perilaku konsumen, laporan tersebut juga menyoroti perkembangan pasar ritel berlian di Amerika Serikat. Data penjualan dari sekitar 950 toko perhiasan independen menunjukkan penjualan berlian alami meningkat 4 persen pada kuartal IV 2025 dan kembali tumbuh 9 persen pada kuartal I 2026.

MENARIK DIBACA:  amfori Summit 2025 Mantapkan Arah Ketahanan dan Keberlanjutan Rantai Pasok Asia

Sementara itu, berlian sintetis memang mengalami peningkatan volume penjualan. Namun, nilainya masih jauh di bawah berlian alami karena harga jualnya terus menurun. Pada 2025, berlian sintetis hanya menyumbang sekitar 15 persen nilai penjualan toko perhiasan independen, sedangkan berlian alami tetap mendominasi dengan pangsa pasar mencapai 85 persen.

Chief Economist De Beers Group, Eirik Wærness, menilai prospek industri berlian alami masih cukup kuat. Menurutnya, kombinasi penurunan produksi global berlian alami, membaiknya kondisi ekonomi Amerika Serikat, serta pulihnya permintaan dari China menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan industri dalam beberapa tahun mendatang.

Ia menambahkan, stabilisasi pasar membuka peluang bagi industri untuk semakin memperkuat posisi berlian alami sebagai produk mewah bernilai tinggi di tengah persaingan dengan berlian sintetis.