JAKARTA, SINKAP.info — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mengupayakan percepatan peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) kesehatan tahun 2026 melalui kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Senin (9/2/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM, MM, dan disambut langsung Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin S.KM, M.Kes, di Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, bersama sejumlah pejabat terkait.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Meranti menyampaikan sejumlah usulan strategis, di antaranya penambahan armada ambulans, pengembangan layanan Public Service Center (PSC) 119, pengadaan oksigen konsentrator, penyediaan tenaga dokter spesialis, pengembangan karier sumber daya manusia (SDM) kesehatan, serta program beasiswa pendidikan kesehatan bagi putra-putri Kepulauan Meranti.
Wakil Bupati Muzamil menjelaskan, kondisi geografis Kepulauan Meranti yang bercirikan wilayah kepulauan dengan keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan.
“Dengan kondisi geografis yang berpulau dan infrastruktur yang belum memadai, kami sangat membutuhkan terobosan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih baik dan cepat. Kami datang untuk menyampaikan kebutuhan agar kesehatan masyarakat Meranti semakin membaik,” ujar Muzamil.
Ia menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari misi pembangunan daerah untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, sejalan dengan visi mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera.
Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, menyambut positif langkah proaktif Pemkab Meranti. Menurutnya, audiensi langsung ke kementerian mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelaraskan kebutuhan lokal dengan kebijakan nasional.
“Kemenkes akan mendukung upaya daerah yang sejalan dengan prioritas nasional, khususnya peningkatan fasilitas layanan kesehatan primer, penguatan rumah sakit daerah, serta pemerataan akses layanan kesehatan,” kata Agus.
Ia mengungkapkan, sebagai tahap awal, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI akan mendistribusikan 50 unit oksigen konsentrator untuk fasilitas kesehatan di Kepulauan Meranti. Selain itu, Kemenkes juga mendukung percepatan pembangunan layanan PSC 119 di Meranti mulai tahun ini.
Sementara itu, melalui Ketua Tim Kerja Dukungan Manajemen Direktorat Mutu SDM Kesehatan, Gemasih Pintanine, S.Sos, Kemenkes RI turut menawarkan program tugas belajar bagi ASN perawat serta beasiswa afirmasi dokter guna meningkatkan kualitas SDM tenaga kesehatan di Kepulauan Meranti.
Terkait usulan penambahan ambulans, Kemenkes RI menyampaikan akan melakukan penyelarasan data melalui sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan untuk ditindaklanjuti dalam waktu dekat.
Wakil Bupati Muzamil menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenkes RI terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kepulauan Meranti. Ia memastikan seluruh usulan yang disampaikan akan dikawal sesuai mekanisme dan prioritas nasional agar kebutuhan daerah dapat selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Muzamil didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Randolph W. Hutauruk, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Irmansyah, Kepala Dinas Kesehatan Ade Suhartian, Kepala Bappedalitbang Dr. Abu Hanifah, serta Kepala Bagian Perbatasan Gilang Wana Wijaya.







