CILEGON, SINKAP.info — Kuliner tradisional khas Banten, rabeg, kini hadir dalam format lebih praktis melalui Rabeg Instan TenG. Produk kuliner lokal ini digagas oleh Heriyah dengan tujuan menghadirkan cita rasa autentik rabeg khas Kota Cilegon dalam kemasan modern yang siap saji dan mudah dinikmati kapan saja.
Rabeg merupakan hidangan berbahan dasar daging sapi yang dimasak dengan racikan bumbu rempah khas, menghasilkan cita rasa gurih dan aroma yang kuat. Selama ini, rabeg dikenal sebagai sajian tradisional yang membutuhkan proses memasak cukup lama.
Melalui Rabeg TenG, kekayaan rasa tersebut dikemas dalam konsep “Makan Enak Gak Pake Ribet”, sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan makanan praktis tanpa meninggalkan cita rasa khas daerah.
Heriyah menuturkan, ide menghadirkan Rabeg Instan TenG berangkat dari keinginannya menjaga eksistensi kuliner lokal agar tetap dikenal lintas generasi.
“Rabeg adalah identitas kuliner Cilegon. Kami ingin generasi muda tetap mengenalnya lewat produk yang praktis, tetapi rasanya tetap autentik dan berkualitas,” ujar Heriyah kepada media, Senin (2/2).
Rabeg Instan TenG dibuat menggunakan daging sapi pilihan serta racikan bumbu rempah khas yang diramu secara konsisten. Proses produksinya juga memperhatikan standar kebersihan dan kualitas, sehingga produk aman dikonsumsi sekaligus mampu mempertahankan cita rasa asli rabeg.
Dalam hal pemasaran, Rabeg TenG memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai kanal utama penjualan. Melalui akun Instagram @rabegt.eng, konsumen dapat memperoleh informasi produk, melihat testimoni pelanggan, serta melakukan pemesanan secara daring.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan instan berkualitas dengan cita rasa lokal, Rabeg TenG optimistis dapat memperluas jangkauan pasar ke berbagai daerah di Indonesia. Produk ini juga diharapkan menjadi alternatif oleh-oleh khas Cilegon yang praktis dan memiliki nilai budaya.
Ke depan, Rabeg TenG berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk kuliner Nusantara, agar kekayaan rasa daerah tetap lestari dan relevan dengan gaya hidup masa kini.





