Dosen Unimus Luncurkan Video Terapi Multimodal, Tekanan Darah Lansia Turun Signifikan Hipertensi

Kesehatan, NASIONAL93 Dilihat

BOYOLALI, SINKAP.info – Dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, secara resmi meluncurkan inovasi video edukasi terapi multimodal bagi pasien hipertensi. Peluncuran tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026) bertepatan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Lansia Donohudan, Kabupaten Boyolali.

Inovasi video edukasi ini mengombinasikan terapi rendam kaki air hangat dengan teknik relaksasi napas dalam sebagai bentuk terapi nonfarmakologis bagi penderita hipertensi, khususnya kelompok lanjut usia. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Semarang dan dilaksanakan selama tiga bulan dengan sasaran utama lansia penderita hipertensi.

Prima Trisna Aji menjelaskan, video edukasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pasien terhadap media pembelajaran kesehatan yang mudah dipahami, aplikatif, dan dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

“Selama ini, banyak pasien hipertensi kesulitan melakukan terapi nonfarmakologis secara konsisten. Melalui video ini, pasien dibimbing langkah demi langkah untuk melakukan self-management hipertensi, sehingga diharapkan mampu membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi jangka panjang,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Meranti Siap Jadi Sentra Hilirisasi Kelapa, Dukung Ekspor dan Pangan Nasional

Video edukasi terapi multimodal tersebut dapat diakses secara terbuka melalui platform YouTube pada tautan berikut:
 https://youtu.be/a6TVkKbiglI?si=zXkKJlard579ofFq

Pengembangan video dilakukan secara kolaboratif bersama dosen Universitas Muhammadiyah Semarang Arie Shofyan Bhaidhowy serta dosen Universitas Slamet Riyadi Surakarta Dr. Elinda Rizkasari. Materi disusun dengan pendekatan edukasi keperawatan berbasis self-management yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan lansia.

Salah satu peserta Posyandu Lansia Donohudan, Mbah Karmo, mengaku terbantu dengan adanya video edukasi tersebut. Menurutnya, selama ini belum banyak media edukasi kesehatan yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami oleh lansia.

“Videonya jelas, pelan, dan bisa diulang di rumah. Jadi kami tidak takut salah saat praktik,” ungkapnya.

Keunggulan inovasi ini terletak pada penggabungan dua terapi sederhana terapi fisik rendam kaki air hangat dan teknik relaksasi napas dalam ke dalam satu media video terstruktur yang dikenal sebagai terapi multimodal. Video ini tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi, tetapi juga sebagai panduan praktik mandiri yang aplikatif, khususnya bagi lansia dengan keterbatasan literasi kesehatan dan akses layanan kesehatan.

MENARIK DIBACA:  Ivory Mei Perkuat Lagu Mandarin Anak Indonesia, Siap Tampil di Ajang Nasional

Berbeda dengan edukasi konvensional yang bersifat lisan dan sesaat, video ini memungkinkan pasien untuk belajar secara berulang dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil penerapan, terapi multimodal ini disebut mampu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi hingga 30–40 mmHg dalam waktu relatif singkat, angka yang dinilai signifikan dibandingkan terapi nonfarmakologis lainnya.

Sebagai bentuk perlindungan dan pengakuan inovasi, video edukasi terapi kombinasi tersebut telah resmi didaftarkan dan memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ke depan, tim pengembang berharap inovasi ini dapat diadopsi secara lebih luas oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama, posyandu lansia, serta program promotif dan preventif di berbagai daerah.