TAIPEI, SINKAP.info — CyCraft Technology Corporation (TWSE: 7823) resmi mencatatkan sahamnya di Taiwan Stock Exchange (TWSE) Innovation Board, menandai tonggak penting bagi industri keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) di Asia. CyCraft tercatat sebagai perusahaan keamanan siber AI-native murni pertama di Taiwan yang melantai di bursa.
Pencatatan saham tersebut dirayakan bersama para pendiri CyCraft, perwakilan Bursa Efek Taiwan, penjamin emisi Yuanta Securities, serta auditor dan penasihat hukum. Langkah ini memperkuat posisi CyCraft sebagai pemain regional yang siap memperluas jangkauan ke pasar global.
CyCraft lahir dan berkembang di lingkungan siber yang dinilai sangat menantang. Taiwan selama bertahun-tahun menghadapi ancaman siber berskala besar yang menargetkan sektor pemerintahan, rantai pasok semikonduktor, sistem keuangan, hingga infrastruktur kritikal. Pengalaman tersebut membentuk pendekatan CyCraft yang berfokus pada pertahanan siber berbasis kondisi lapangan nyata, bukan sekadar simulasi ancaman.
Pengalaman operasional tersebut menghasilkan keunggulan kompetitif berupa intelijen peringatan dini, pertahanan otonom berkecepatan mesin, serta otomatisasi AI yang telah teruji di lapangan. Kapabilitas ini menjadi nilai tambah yang semakin dibutuhkan oleh pasar global, seiring meningkatnya kompleksitas serangan siber.
Platform CyCraft dikembangkan melalui tiga pilar utama. Pada segmen Enterprise Cyber Resilience, platform andalan XCockpit AI mengoperasikan lebih dari 600 ribu sensor dan melindungi ratusan lembaga pemerintah, institusi keuangan, serta perusahaan semikonduktor di kawasan Asia-Pasifik. Sistem ini menyediakan deteksi eksposur dini, simulasi jalur serangan otomatis, pemetaan risiko rantai pasok sesuai standar SEMI E187, hingga respons insiden secara otonom.
Di bidang AI Agent dan Large Language Model (LLM) Security, CyCraft menghadirkan XecGuard dan XecARTuntuk mengatasi risiko baru yang muncul seiring adopsi AI generatif. Solusi ini dirancang untuk mencegah kebocoran data, manipulasi perintah, hingga penyalahgunaan alat AI secara real time, baik melalui sistem cloud maupun instalasi on-premises.
Sementara itu, melalui XecDefend, CyCraft mengembangkan sistem keamanan siber untuk unmanned systems, termasuk perlindungan terhadap ancaman drone berbasis AI. Solusi ini mendukung deteksi otomatis dan respons non-destruktif guna melindungi infrastruktur kritikal dan rantai pasok pertahanan.
Kredibilitas CyCraft turut diperkuat dengan berbagai pengakuan internasional, termasuk tujuh kali masuk dalam riset Gartner, tiga kali partisipasi dalam evaluasi MITRE ATT&CK dengan performa tanpa konfigurasi dan latensi, serta penghargaan Next-Big Award dari mantan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.
Sepanjang 2025, CyCraft tercatat menangani sejumlah insiden siber kritikal bagi perusahaan publik Taiwan serta menyelesaikan lebih dari 10 investigasi forensik untuk mendukung kebutuhan asuransi siber di Jepang.
Ketua CyCraft, Benson Wu, menyatakan bahwa pencatatan saham ini akan mempercepat ekspansi global perusahaan.
“Berbasis di Taiwan, kami menggunakan AI untuk membantu mengamankan dunia. Target kami adalah mencapai lebih dari 50 persen pendapatan dari luar negeri pada 2030 dan membangun merek keamanan siber AI-native paling tepercaya di Asia,” ujarnya.
CyCraft Technology berfokus pada otomatisasi keamanan siber berbasis AI dengan tujuan menggeser pertahanan digital dari pendekatan reaktif menjadi proaktif dan terukur, sekaligus memperkuat ketahanan digital perusahaan di tingkat global.







