MERANTI, SINKAP.info — Pelabuhan dan jembatan akses utama masyarakat Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali dapat difungsikan setelah direhabilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perhubungan. Infrastruktur vital tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat dan dinilai membahayakan keselamatan warga.
Rehabilitasi dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait kondisi pelabuhan dan jembatan yang rusak parah akibat faktor usia dan cuaca. Menindaklanjuti laporan tersebut, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun langsung meninjau lokasi.
Dalam peninjauan itu, Bupati Asmar menegaskan bahwa pelabuhan dan jembatan Desa Bandul memiliki peran strategis sebagai akses transportasi penumpang, bongkar muat barang, serta jalur evakuasi dan rujukan pasien menuju Selatpanjang hingga Pekanbaru.
“Saat ini pelabuhan dan jembatan Desa Bandul sudah diperbaiki dan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat. Akses ini sangat penting untuk aktivitas penumpang, bongkar muat barang, serta rujukan pasien sakit,” ujar Asmar, Selasa (6/1/2026).
Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah pelabuhan dan jembatan lain di wilayah Kepulauan Meranti yang kondisinya rusak dan belum seluruhnya dapat direalisasikan perbaikannya akibat keterbatasan anggaran.
“Kami mohon masyarakat bersabar. Beberapa titik lainnya sudah menjadi prioritas dan telah kami sampaikan kepada dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti secara bertahap,” katanya.
Perbaikan infrastruktur tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Bandul. Salah seorang warga, Mas Anto, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Pelabuhan dan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, baik untuk penumpang, buruh bongkar muat, maupun keperluan mendesak seperti orang sakit,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Bandul, H. Karyawan atau yang akrab disapa H. Wawan. Ia menyebut pelabuhan dan jembatan tersebut sebagai urat nadi kehidupan masyarakat desa.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Bandul, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti. Infrastruktur ini menjadi akses utama seluruh aktivitas warga, termasuk rujukan pasien ke tingkat kabupaten dan provinsi,” tuturnya.
Dengan rampungnya rehabilitasi pelabuhan dan jembatan tersebut, aktivitas masyarakat Desa Bandul diharapkan kembali berjalan lebih aman dan lancar, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti.







