Paul Chan Promosikan Hong Kong sebagai Pusat Perdagangan dan Keuangan Global di Davos

GLOBAL65 Dilihat

DAVOS, SINKAP.info — Sekretaris Keuangan Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), Paul Chan, menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari 2026. Forum tahunan yang mengusung tema “A Spirit of Dialogue” tersebut dihadiri sekitar 3.000 pemimpin dunia dari berbagai sektor.

Dalam rangkaian kegiatan WEF, Paul Chan terlibat dalam sejumlah pertemuan utama, diskusi panel, jamuan makan siang dan malam, serta pertemuan bilateral dengan tokoh politik, pelaku bisnis, dan pemimpin sektor keuangan global. Ia memanfaatkan forum tersebut untuk memaparkan perkembangan terbaru Hong Kong serta peluang-peluang baru yang ditawarkan kota tersebut sebagai pusat perdagangan dan keuangan internasional.

Pada Selasa (20/1), Paul Chan menghadiri jamuan sarapan yang diselenggarakan oleh perusahaan aset virtual Animoca Brands yang berkantor pusat di Hong Kong. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Hong Kong menerapkan pendekatan proaktif namun berhati-hati dalam pengembangan aset digital, dengan prinsip “same activity, same risk, same regulation” guna mendorong pertumbuhan pasar yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

MENARIK DIBACA:  Krisis Air Global Tak Kenal Batas, Malaysia Pimpin Seruan Kolaborasi Internasional di Paris

Sejak 2023, Pemerintah HKSAR telah menerbitkan izin kepada 11 platform perdagangan aset virtual. Selain itu, rezim perizinan untuk stablecoin direncanakan mulai berlaku pada tahun ini. Paul Chan juga menyoroti peran aktif pemerintah Hong Kong dalam mendorong tokenisasi, termasuk penerbitan tiga tahap obligasi hijau bertoken dengan total nilai sekitar US$2,1 miliar.

Di sela-sela WEF, Paul Chan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi dari berbagai negara dan organisasi regional, di antaranya Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Negara Teluk Jasem Mohamed Albudaiwi, Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mesir Hassan El Khatib, serta Sekretaris Negara untuk Keuangan Internasional Swiss Daniela Stoffel.

Pertemuan tersebut membahas dinamika politik dan ekonomi global serta peluang kerja sama di bidang perdagangan, keuangan, industri, dan transformasi digital.

Paul Chan juga bertemu dengan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dr Ngozi Okonjo-Iweala. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan kembali dukungan Hong Kong terhadap perdagangan bebas dan multilateralisme, serta menyatakan dukungan atas upaya reformasi WTO dalam merespons tantangan global dan isu-isu baru perdagangan internasional.

MENARIK DIBACA:  Bisnis Tertarik AI untuk Keberlanjutan, Namun Khawatirkan Konsumsi Energi

Setibanya di Davos pada 19 Januari, Paul Chan terlebih dahulu menggelar pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kesultanan Oman, Dr Said Mohammed Al-Saqri. Keduanya membahas penguatan kerja sama di sektor keuangan, perdagangan, transformasi hijau, dan pengembangan industri.

Paul Chan menyampaikan bahwa keunggulan Hong Kong sebagai “super connector” dapat mendukung Oman dalam melakukan transisi dari ekonomi berbasis minyak menuju struktur ekonomi yang lebih terdiversifikasi. Hong Kong, kata dia, dapat memfasilitasi investasi perusahaan Tiongkok daratan dan Hong Kong ke Oman, sekaligus menyediakan platform pembiayaan internasional, termasuk layanan investasi renminbi lepas pantai.

Paul Chan dijadwalkan melanjutkan agenda di Davos dengan menghadiri Davos-Caixin CEO Luncheon 2026 serta sesi diskusi bertajuk “How to Finance Decarbonization?”, sebelum kembali ke Hong Kong pada Jumat (24/1) pagi.