Bupati Meranti Tegaskan Kerukunan Umat Beragama sebagai Modal Strategis Pembangunan

MERANTI, SINKAP.info — Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama harus ditempatkan sebagai modal sosial strategis dalam pembangunan bangsa, terutama di tengah tantangan global dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Asmar saat memimpin apel peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kepulauan Meranti, Kamis (8/1/2026). Peringatan tersebut juga dirangkaikan dengan doa bersama lintas agama.

Menurut Asmar, kerukunan umat beragama tidak cukup dimaknai sebagai ketiadaan konflik, melainkan harus menjadi energi kolaboratif yang mampu merajut perbedaan keyakinan, identitas, dan latar belakang sosial menjadi kekuatan bersama dalam pembangunan.

“Kerukunan adalah sinergi. Perbedaan tidak diseragamkan, tetapi dirajut menjadi kekuatan bersama,” ujar Asmar.

Ia menilai keberadaan Kementerian Agama sejak awal berdirinya Republik Indonesia merupakan jawaban atas realitas bangsa yang majemuk. Menurutnya, Indonesia dibangun atas kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa untuk hidup berdampingan secara adil dan bermartabat.

MENARIK DIBACA:  Bupati Asmar Tutup Safari Ramadan di Masjid Al Ihsan Banglas

“Negara ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh seluruh elemen bangsa dengan semangat kebersamaan,” katanya.

Asmar menyebutkan, selama delapan dekade perjalanannya, Kementerian Agama telah memainkan peran strategis sebagai penjaga keseimbangan antara nilai keagamaan dan kebangsaan. Peran tersebut kini semakin luas, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, penguatan kerukunan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga menghadirkan agama sebagai solusi atas persoalan sosial.

Bupati juga mengapresiasi berbagai capaian Kementerian Agama sepanjang tahun 2025 melalui program Kemenag Berdampak. Transformasi digital dinilai telah mendorong layanan keagamaan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Di bidang pendidikan, ia menilai kualitas madrasah, sekolah, dan perguruan tinggi keagamaan terus meningkat dan semakin kompetitif. Program Desa Sadar Kerukunan juga dinilai berhasil membawa nilai toleransi dari tataran wacana ke praktik nyata di tengah masyarakat.

MENARIK DIBACA:  Pemkab Meranti Gelar Raker Pengarusutamaan Gender

Menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Asmar menekankan pentingnya peran Kementerian Agama dalam memastikan kemajuan teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan ketuhanan.

“Algoritma masa depan tidak boleh hampa nilai. AI harus menjadi alat pemersatu, bukan pemicu polarisasi,” tegasnya.

Ia juga mendorong aparatur Kementerian Agama untuk terus bertransformasi menjadi aparatur sipil negara yang adaptif, inovatif, dan berintegritas, dengan pelayanan yang berorientasi pada empati dan kebutuhan umat.

Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama di Kepulauan Meranti ditutup dengan doa lintas agama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga persatuan serta harapan agar Kementerian Agama terus menjadi pilar moderasi dan perdamaian di Indonesia.