Beranda DAERAH D.I ACEH

Mengenal Sie Reuboh: Makanan Tradisional di Aceh Besar

146

Oleh: Aby Zar

Mahasiswa Prodi Sejarah Kebudayaan Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Saat ini tengah menjalani kegiatan magang di BPNB Provinsi Aceh.

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sangat kaya akan hasil rempah. Di masa lalu, rempah merupakan sebuah komoditi yang sangat berharga.Pada masa pra-kolonial, harga rempah bahkan lebih tinggi nilainya daripada emas. Hal ini dikarenakanrempah memiliki banyak kegunaan, mulai dari bahan dasar obat-obatan tradisional, wewangian, hingga bumbu masakan. Menurut sejarahnya, rempah menjadi salah satu alasan mengapa para penjajah ingin menduduki wilayah nusantara. Di Aceh sendiri, terdapat beberapa jenis rempah yang masih eksis hingga saat ini, diantaranya; buah pala, kemiri, kunyit, cengkeh, merica, lada, nilam, dan sebagainya.

Dari kekayaan rempah yang dihasilkan di Aceh, lahir banyak karya budaya berupa obat-obatan dan makanan. Salah satu jenismakanan yang sangat populer di tanah Rencong dan legendaris adalah Sie Reuboh, yang berasal dariKabupaten Aceh Besar. Secara harfiah, Sie Reuboh berarti daging rebus. Namun rebus disini bukan dimaksudkan untuk merebus daging dengan air sebagaimana sup, melainkan dengan menggunakan bumbu rempah yang sangat beragam. Rasanya sedikit asam, dan terasa aneh bagi yang tidak biasa mencobanya. Namun jika sudah terbiasa, rasanya sangat lezat dan dagingnya juga terasa lembut.

Sie Reuboh biasanya dapat di temukan pada hari-hari tertentu, seperti hariMak Meugang dan hari Raya Qurban (Idul Adha).Menurut penuturan masyarakat di Aceh Besar, Sie Reuboh ini awalnya merupakan makanan pada masa perang. Bersama dengan Kuah Beulangong, makanan ini masuk dalam kategori “sajian prang”.Selain sebagai makanan perang, Sie Reuboh ini juga populer karena sifatnya yang tahan lama.

Bukan sembarang masak. Proses memasak yang diterapkan membuat bumbu rempah meresap hingga ke dalam daging. Rempah ini kemudian mematikan mikroba yang ada di dalamnya, sehingga mampu menunda proses pembusukan daging. Tak heran, makanan ini tahan disimpan hingga berbulan-bulan.

Karena rasanya yang unik, banyak orang mengira bahwa proses memasakSie Reuboh itu sangat rumit. Padahal, menu relatif mudah untuk diolah sendiri di rumah. Selain bahan-bahan yang digunakanrelatif sederhana,bahan-bahan tersebut harganya murah dan mudah ditemukan dipasaran.

Jika ingin mencoba,tentunya harusmempersiapkan alat-alat seperti; beulangong (kuali tanah), tungku kayu bakar atau kompor, kayu bakar atau kompor gas. Sementara untuk bahan-bahannya, antara lain; daging yang sudah dibersihkan, dalam hal ini boleh daging sapi dan kambing, namun sebagian besar masyarakat Aceh Besar menggunakan daging sapi sebagai bahan dasar Sie Reuboh.Lalu untuk bumbunya, terdiri dari garam, kunyit, jampli kleng (cabai bubuk merah kering), sunti, cabai rawit, dan cuka Aceh. Penggunaan cuka Aceh dimaksudkan sebagai bahan tambahan, agar daging lebih empuk dan terasa asam.

Proses pengolahannya, pertama sekali daging yang sudah dibersihkan ditaruh di dalam Beulangong (kuali tanah). Kemudian, taburi daging tersebutdengan garam secara merata dan masukkan sunti ke dalam beulangong. Jangan lupa, tambahkan cabai rawit yang sudah digiling halus serta jampli kleng sesuai selera untuk menambah rasa pedas.Berikutnya, aduk adonan secara merata pada daging dan tuangkan cuka Aceh.Setelah semua bercampur dengan merata, masak daging dengan api yang kecil selama satu jam hingga tekstur daging terasa lembut.Voila, Sie Reuboh siap di hidangkan.

Hingga saat ini, Sie Reuboh menjadi salah satu menu wajib yang tidak pernah terlewatkan pada saat momen-momen Mak Meugangdan Idul Adha dikalangan masyarakat Aceh Besar. Tak lengkap rasanya jika merayakan Mak Meugang tanpa Sie Reuboh, karena hal ini sudah menjadi bagian dari tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Aceh Besar secara turun-temurun.

Apalagi Sie Reuboh ini bisa disimpan dalam jangka waktu yang sangat lama, tidak mudah basi, dan mudah dibawa kemana saja.Sebelum ada kulkas, makanan ini menjadi menu andalan bagi masyarakat di Aceh Besar untuk mengawetkan sisa daging kurban yang tidak habis dimakan dalam satu hari. Nah, itu dia tadi Sie reuboh. Tertarik untuk mencoba? Silakan ikuti tips yang sudah dibagikan di atas.

SINKAP.info
Facebook Comments