Beranda Riau Pesisir Kepulauan Meranti Menjelang Purna Polri, Kompol Syamsueri Berhasil Panen Padi Pakai Pupuk Organik

Menjelang Purna Polri, Kompol Syamsueri Berhasil Panen Padi Pakai Pupuk Organik

479
Kompol Syamsueri saat berada dilokasi pembibitan persawahan

MERANTI, Sinkap.info – Kompol Syamsueri selain bertugas Bagian Opz Polres Kepulauan Meranti aktif menjelang purna Polri, beliau memulai karir baru dengan melakukan penanaman bibit yang ditanamnya sejak 15 Oktober sampai dengan 12 Januari 2020 menuaikan hasil panen padi yang maksimal.

“Untuk memperoleh hasil padi yang maksimal 87 hari kita menunggu sudah cepat panen dan bibit digunakan adalah bibit padi batang Pariaman yang biasa panennya 100 hari,” ujar Kompol Syamsueri menjawab pertanyaan Media, Selasa (14/1/) pagi.

Selain itu, hasil yang diperoleh 1 rumpun padi terdapat 28 sampai 36 buah rumpun padi. Hasil sangat luar biasa (Bedelau), sebagai penunjang perlunya air yang cukup untuk memenuhi pertumbuhan padi.

“Iya, penimbangan jumlah seluruhnya belum diambil, karena masih melakukan pemotongan padi secara manual saat belum selesai,” ungkap Kompol Syamsueri.

MENARIK DIBACA:  Polres dan Jajaran Polsek Meranti Sambut Hari Bhayangkara ke-74 Dengan Giat Bansos

Selanjutnya, padi yang berhasil panen dengan pupuk tentunya harus memiliki air yang lebih, setiap air digunakan 20 tangki per CC liter, lalu air pupuk tersebut di campurkan menjadi lebih dari satu malam.

Kemudian, kata Syamsueri, aplikasi penyemprotan lahan sebelum penanaman bibit, padi harus di lakukan dalam beberapa hari pada hari ke 5 baru ditanam bibit tersebut, lalu di biarkan sampai hari 14 dilakukan penyemprotan kedua dari 20 sampai 40 CC tangki per CC.

“Kendati demikian, dengan adanya Penyemprotan lahan secara berkala, sebelum melakukan penanaman ada lima langkah yakni, sebelumnya pemukaan lahan, penanaman dilakukan pemupukan dengan mengunakan organik parming sebanyak 20 kali, sebanyak lima kali penyemprotan setiap jarak 14 hari jadwal penyemprotan terlampir,” jelas Syamsueri.

MENARIK DIBACA:  Sejarah Perang Air (Cian cui) di Selatpanjang - Kepulauan Meranti

Syamsueri juga menjelaskan bahwa pupuk organik menagndung 13 unsur yakni terdiri dari makro 3 unsur lalu 3 mirko dan sekunder 7, disamping mengandung 13 unsur arah sudah teruji dan terbukti juga bermanfaat membasmi hama.

Kata Syamsueri lagi, kita juga harus mengunakan secara manual, untuk air harus menggunakan mesin domping diguanakan untuk pematang sawah, pertumbuhan menciptakan kwalitas yang bagus.

“Iya Jadi menggunakan pupuk organik ECO Farming lebih cepat panennya selama 87 hari, dari pada pupuk kimia lainnya, selama 100 hari pasca panen menggunakan secara manual pakai arit untuk lahan 1 hektar,” tukasnya.(*)

Reporter: THz | Editor: Mkh
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here