Satlinmas Diperkuat, Wamendagri Ungkap Kunci Membangun Indonesia Aman dan Tangguh

Sosial51 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya penguatan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tertib, dan tangguh.

Menurutnya, menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat bukan sekadar tugas administratif, tetapi merupakan bagian dari pelayanan dasar sekaligus tanggung jawab negara. Satlinmas dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu unsur yang hadir hingga tingkat desa dan kelurahan.

Hal itu disampaikan Akhmad Wiyagus kepada awak media di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Ia menekankan bahwa Satlinmas perlu terus dibina, diberdayakan, serta ditingkatkan profesionalismenya agar mampu menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Satlinmas tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap kegiatan pemerintahan. Satlinmas adalah bagian dari kekuatan masyarakat yang perlu dibina, diberdayakan, dan ditingkatkan kapasitasnya,” ujar Akhmad.

Saat ini, terdapat 1.258.758 personel Satlinmas yang tersebar di 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota di Indonesia. Jaringan tersebut juga diperkuat dengan 469.076 Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) yang tersebar di 75.288 desa dan 8.496 kelurahan.

Menurut Akhmad, jumlah personel dan jaringan tersebut menjadi modal penting untuk membangun sistem keamanan berbasis masyarakat yang kuat dan berkelanjutan.

MENARIK DIBACA:  Senny Marbun Menang Telak, Siap Ubah Peta Olahraga Disabilitas ASEAN

Peran Satlinmas Semakin Strategis

Penguatan peran Satlinmas sebelumnya juga menjadi perhatian dalam Apel Akbar Satlinmas Indonesia yang digelar di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (28/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Indonesia resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Sekitar 3.000 anggota Satlinmas dari berbagai daerah menghadiri kegiatan tersebut. Momentum itu sekaligus memperkuat posisi Satlinmas sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ditetapkan sebagai Ketua Pembina Teknis DPP Aslinmas Indonesia.

Maruli menilai Satlinmas memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada menjaga ketertiban umum. Satlinmas juga dinilai dapat membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk penanggulangan bencana.

“Diharapkan juga turut aktif membantu penanggulangan bencana, salah satunya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Maruli.

Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Aslinmas Indonesia Reda Manthovani mengatakan organisasinya akan mengambil peran dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Salah satu fokus yang didorong ialah pengelolaan sampah sejak tingkat rumah tangga. Masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah organik dan nonorganik sebelum diarahkan ke bank sampah.

MENARIK DIBACA:  Ribuan RTLH di Meranti, Pemkab Datangi Kementerian PKP Perjuangkan Bantuan

“Mendorong pemilahan sampah organik dan non organik hingga masuk ke bank sampah, bisa dilakukan agar tidak menumpuk ke tempat pembuangan akhir,” ujar Reda.

Reda juga menyebut pengawasan dana desa melalui sistem Abpednas memberikan dampak positif terhadap tata kelola pemerintahan desa. Ia mengatakan jumlah kepala desa dan perangkat desa yang terjerat kasus korupsi mengalami penurunan.

Menurutnya, jumlah tersebut turun dari sebelumnya mencapai ratusan kasus menjadi 89 orang dalam kurun satu tahun terakhir.

Perkuat Kompetensi dan Sinergi Lintas Instansi

Ke depan, Aslinmas Indonesia berkomitmen meningkatkan kapasitas dan profesionalisme anggota melalui pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Penguatan sinergi lintas instansi juga akan dilakukan, termasuk dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, pemadam kebakaran, hingga pemerintah desa dan kelurahan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuat Satlinmas menjalankan tugas sesuai kewenangannya secara optimal sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Dengan penguatan kapasitas, profesionalisme, dan koordinasi lintas sektor, Satlinmas diharapkan semakin mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman, tertib, tangguh, dan sejahtera.