Huawei Luncurkan AI Pariwisata Pertama Dunia, Warisan Budaya China Kini Makin Hidup Digital

GLOBAL, TEKNOLOGI48 Dilihat

XI’AN, SINKAP.info – Kota Xi’an, salah satu destinasi wisata sejarah paling populer di China, mulai mengimplementasikan BoGuan, model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) multimodal komersial pertama di dunia yang dikembangkan khusus untuk sektor pariwisata budaya. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat pelestarian warisan budaya sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui digitalisasi industri kreatif.

BoGuan dikembangkan oleh Shaanxi Culture Industry Investment Group (SCG) bersama Huawei, China Telecom Shaanxi, dan China West Airport Group (CWAG). Model AI tersebut mulai diperkenalkan pada September 2025 dan kini telah digunakan secara luas dalam berbagai layanan pariwisata di Xi’an.

Teknologi ini dibangun menggunakan infrastruktur komputasi cerdas dengan basis data lebih dari 1,2 petabyte yang mencakup sekitar 31 juta gambar, 4,4 juta menit video, 2,18 juta menit rekaman audio, 510 model tiga dimensi (3D), serta 960 juta data teks terstruktur. Data tersebut memungkinkan BoGuan menghasilkan konten multimodal dengan tingkat akurasi tinggi, termasuk dokumentasi digital benda-benda cagar budaya dan warisan budaya tak benda.

Salah satu penerapan teknologi tersebut adalah membantu proses digitalisasi kerajinan tradisional. Seorang perajin patung adonan, Zhang Beiyuan, mengungkapkan bahwa pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu pekan berkat dukungan AI.

MENARIK DIBACA:  DFI Umumkan Pemenang Inovasi, Teknologi Pakan Kurangi Emisi Bikin Heboh Global

Selain itu, BoGuan juga dimanfaatkan untuk menciptakan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) digital, seperti karakter animasi Tang Biaobiao yang menggabungkan unsur budaya lokal dengan relief bersejarah Six Steeds of Zhao Mausoleum. Produk koleksi digital dan merchandise yang dikembangkan dari karakter tersebut dilaporkan telah membukukan penjualan lebih dari 2 juta yuan.

Di sektor pariwisata, BoGuan mendukung berbagai aplikasi berbasis AI, termasuk AI Travel Companion yang telah digunakan lebih dari 4 juta pengguna hingga Maret 2026. Melalui aplikasi GO-SHAANXI, wisatawan dapat menyusun rencana perjalanan, memperoleh rekomendasi destinasi secara real-time, hingga menyesuaikan jadwal wisata hanya melalui percakapan dengan asisten virtual.

Sementara itu, layanan Zhiying Camera menawarkan pengalaman fotografi berbasis AI yang memungkinkan pengguna menggabungkan foto mereka dengan latar sejarah kuno secara instan. Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan pengalaman wisata digital yang sekaligus membuka peluang bisnis baru di sektor ekonomi kreatif.

SCG juga mulai memanfaatkan BoGuan dalam produksi film pendek (short drama) bertema budaya. Penggunaan AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga kualitas konten yang dihasilkan, seiring berkembangnya Xi’an sebagai salah satu pusat industri drama pendek di China.

Untuk mendukung layanan digital tersebut, China Telecom Shaanxi bersama Huawei membangun jaringan 5G-Advanced (5G-A) berbasis teknologi Three Component Carrier Aggregation (3CC) di kawasan wisata Grand Tang Mall.

MENARIK DIBACA:  Peneliti Ungkap Titik Kumpulan Emas di Satu Lokasi

Jaringan tersebut mampu menghadirkan kecepatan unggah hingga 600 Mbps dan unduh mencapai 3,5 Gbps, sekitar sepuluh kali lebih cepat dibandingkan jaringan 5G konvensional. Selama libur Hari Buruh 2026, infrastruktur tersebut mampu melayani akses secara bersamaan bagi sekitar 23.000 pengguna, sehingga aktivitas menonton video maupun berbagi konten di media sosial tetap berjalan lancar.

Selain meningkatkan pengalaman wisatawan, jaringan 5G-A juga mendukung siaran langsung berkualitas tinggi (HD live streaming) yang menjadi salah satu strategi promosi destinasi wisata. Berdasarkan data yang dipublikasikan, rata-rata durasi penonton menyaksikan siaran langsung hampir meningkat dua kali lipat, sementara nilai transaksi rata-rata naik sekitar 62 persen.

General Manager Huawei Shaanxi Representative Office, Edric Chu, mengatakan kecerdasan buatan kini tidak lagi sekadar teknologi, tetapi telah menjadi pendorong utama transformasi industri budaya dan pariwisata.

“Artificial intelligence bukan sekadar kumpulan teknologi. AI mampu menghidupkan kembali ribuan tahun warisan budaya, menghadirkan pengalaman wisata baru, sekaligus menciptakan momentum pertumbuhan bagi industri. Ke depan, Huawei akan terus berkolaborasi dengan para mitra untuk memperkuat pelestarian budaya melalui teknologi digital dan kecerdasan buatan,” ujar Edric Chu.