BEIJING, SINKAP.info — Para ahli pertanian di China mengembangkan pendekatan inovatif untuk mengatasi polusi tak terlihat (invisible pollution) dalam upaya melindungi ekosistem Sungai Yangtze. Upaya ini menjadi bagian dari program pengawasan lingkungan selama lima tahun yang melibatkan berbagai unsur non-pemerintah di bawah koordinasi pemerintah pusat.
Sejak Juni 2021, kelompok non-partai dan tokoh independen di China mendapat mandat untuk melakukan pengawasan demokratis terhadap perlindungan lingkungan di seluruh wilayah Sungai Yangtze, mulai dari dataran tinggi Qinghai-Tibet hingga Laut China Timur.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah polusi non-titik dari sektor pertanian, yang sulit terdeteksi karena tidak terlihat secara langsung. Polusi ini umumnya berasal dari limpasan nitrogen dan fosfor dari lahan pertanian ke badan air.
Dalam kunjungan lapangan ke kawasan Danau Poyang, Provinsi Jiangxi, pada 2023, ahli pertanian Zhao Lixin mengidentifikasi tingginya kadar fosfor sebagai masalah utama yang memicu penurunan kualitas air.
Tim peneliti kemudian menerapkan solusi berbasis teknologi pertanian dengan menyesuaikan kondisi iklim dan pola tanam setempat. Pendekatan tersebut berhasil menurunkan limpasan nitrogen dan fosfor dari sawah hingga 40 persen.
Selama lima tahun terakhir, kelompok pengawas telah menyusun lima laporan utama serta hampir 20 laporan penelitian khusus. Sejumlah rekomendasi yang dihasilkan telah diadopsi oleh Kementerian Ekologi dan Lingkungan China dalam berbagai program perlindungan lingkungan.
Upaya ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara ilmuwan, pemerintah, dan pemangku kepentingan dapat menjadi kunci dalam mengatasi tantangan polusi tersembunyi serta menjaga keberlanjutan ekosistem Sungai Yangtze.







