Lewat APFF 2026 di Swiss, Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya Film

GLOBAL60 Dilihat

BERN, SINKAP.info — Indonesia berpartisipasi dalam Festival Film Asia Pasifik (Asia Pacific Film Festival/APFF) 2026 yang digelar di Bern, Swiss, sebagai bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swiss. Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan peran film sebagai instrumen diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarbangsa.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss merangkap Liechtenstein, Ngurah Swajaya, menyampaikan bahwa APFF menjadi wadah strategis dalam memperkuat solidaritas serta rasa saling menghormati antarnegara melalui medium film.

“Film tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga medium refleksi yang membawa nilai-nilai kemanusiaan dan shared valuesyang dapat dipahami serta dirasakan bersama,” ujar Dubes Ngurah dalam rilis pers KBRI Bern yang diterima Rabu (11/2).

Menurutnya, partisipasi Indonesia dalam APFF turut memperkuat hubungan Indonesia–Swiss yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade, berlandaskan saling percaya, inovasi, dan kemitraan. Pertukaran budaya melalui seni dan film dinilai mampu melampaui diplomasi formal dan menjadi jembatan persahabatan antarmasyarakat yang berkelanjutan.

MENARIK DIBACA:  Hong Kong Ciptakan Peluang Bisnis dengan Vietnam

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Bern Marieke Kruit menegaskan bahwa APFF berperan sebagai sarana penting untuk menjembatani pemahaman antarbudaya antara negara-negara Asia Pasifik dan Swiss. Ia menyebut film sebagai bahasa universal yang dapat melampaui perbedaan budaya, tradisi, dan kebangsaan.

APFF 2026 resmi dibuka pada Senin (9/2) dan dihadiri para duta besar serta kepala perwakilan negara-negara Asia Pasifik. Pada acara pembukaan, para tamu diajak memainkan alat musik tradisional Indonesia, angklung, sebagai simbol kebersamaan dan harmoni lintas budaya.

MENARIK DIBACA:  Amur Gas Chemical Complex Selesai 75%, Target Produksi Polietilena dan Polipropilena Tertinggi di Dunia

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan festival, film Indonesia “SORE: Istri dari Masa Depan” karya sutradara Yandy Laurens ditayangkan dan disaksikan oleh 330 penonton. Film ini dipilih karena kualitas artistiknya yang telah mengantarkan karya tersebut meraih 13 nominasi dan 10 penghargaan, serta mengangkat kisah universal yang relevan bagi lintas budaya.

Festival Film Asia Pasifik 2026 berlangsung pada 9–26 Februari 2026 dan menampilkan film-film pilihan dari Indonesia, Australia, kawasan Pasifik, Vietnam, Republik Korea, Filipina, Thailand, India, Pakistan, dan Jepang. Beragam film yang diputar mengangkat refleksi kehidupan, isu-isu aktual, serta narasi kuat tentang sejarah, identitas, dan budaya masing-masing negara.