Moody’s Ubah Outlook Indonesia, Pemerintah Bicara Danantara dan Tegaskan Fundamental Ekonomi Kuat

Ekonomi, NASIONAL92 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Pemerintah Indonesia memperkuat strategi komunikasi kepada pasar global menyusul keputusan lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service yang merevisi prospek (outlook) peringkat kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meski tetap mempertahankan peringkat sovereign credit rating di level Baa2.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan terkait peran Danantara, lembaga pengelola investasi negara atau sovereign wealth fund yang baru dibentuk pemerintah.

Airlangga menjelaskan, pembentukan Danantara bertujuan untuk memisahkan pembiayaan layanan publik dari pendanaan investasi. Dengan skema tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat lebih difokuskan pada program prioritas presiden, sementara Danantara berperan mendorong reformasi investasi institusional.

MENARIK DIBACA:  Kerja Sama PT PIL dengan KKP Perkuat Zona II PIT

“Saya sudah berbicara dengan Danantara, dan mereka sedang menyiapkan langkah-langkah untuk menjelaskan peran serta tata kelola mereka kepada lembaga pemeringkat,” ujar Airlangga saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026), seperti dikutip dari antaranews.com.

Ia menegaskan, pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal secara ketat, dengan defisit anggaran di bawah 3 persen serta rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) di bawah 40 persen.

MENARIK DIBACA:  Disambangi Menpora, Kapolri Bahas Kegiatan Olahraga Bisa Terlaksana Disaat Pandemi

Menurut Airlangga, meskipun prospek peringkat kredit Indonesia mengalami penyesuaian, fundamental ekonomi nasional tetap kuat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara besar dunia.

Selain itu, cadangan devisa Indonesia juga berada pada level yang solid, yakni sebesar USD 156,5 miliar, yang dinilai mampu menopang stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.