Bukan Pusat Data Biasa, STT GDC Luncurkan Infrastruktur AI Masa Depan

GLOBAL, TEKNOLOGI51 Dilihat

SINGAPURA, SINKAP.info — ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) resmi meluncurkan FutureGrid Accelerator, fasilitas uji coba infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berbasis High Voltage Direct Current (HVDC) pertama di Asia Tenggara. Peluncuran ini menegaskan posisi Singapura sebagai pusat transisi digital dan energi berkelanjutan di kawasan, Senin (26/1/2026).

Peresmian FutureGrid Accelerator dilakukan oleh Menteri Negara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan & Industri Singapura, Gan Siow Huang. Fasilitas ini berlokasi di Electrification and Power Grids Centre (EPGC), Nanyang Technological University (NTU) di Jurong Island.

Selain peluncuran infrastruktur HVDC, STT GDC juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan empat institusi pendidikan tinggi, yakni Institute of Technical Education (ITE), Singapore Polytechnic (SP), NTU, dan National University of Singapore (NUS). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan talenta, peningkatan keterampilan, serta penyediaan jalur magang dan karier awal bagi lebih dari 8.000 warga Singapura dalam lima tahun ke depan.

MENARIK DIBACA:  Studi Ungkap Peran INDIBA Proionic dalam Proliferasi Sel Punca

FutureGrid Accelerator dikembangkan bersama LITEON, dengan dukungan Energy Research Institute @ NTU (ERI@N) serta perusahaan rintisan teknologi NTU, Amperesand. Fasilitas ini menjadi testbed langsung pertama di kawasan yang mengintegrasikan sistem HVDC dengan beban kerja AI nyata, untuk menjawab kebutuhan komputasi berdaya tinggi dan berketahanan tinggi.

Teknologi HVDC dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pusat data generasi baru dan transisi energi. Dibandingkan sistem arus bolak-balik (AC) konvensional, HVDC mampu menghemat energi hingga 30 persen, mengurangi emisi karbon hingga 400 ton CO₂e per megawatt per tahun, serta menekan penggunaan tembaga dan kebutuhan ruang infrastruktur secara signifikan.

Presiden dan Group CEO ST Telemedia Global Data Centres, Bruno Lopez, menyatakan FutureGrid Acceleratormerupakan investasi strategis untuk memperkuat kepemimpinan digital Singapura. Menurutnya, kolaborasi industri global dan talenta teknologi lokal menjadi kunci dalam membangun infrastruktur AI yang berkelanjutan dan efisien energi.

MENARIK DIBACA:  Inovasi Teknologi Kaerney Dorong Daya Saing Asia Pasifik dalam Investasi Global

“Melalui inisiatif ini, kami menetapkan standar baru bagi pusat data AI yang hemat energi sekaligus mempercepat transisi energi di kawasan,” ujar Lopez.

Sementara itu, Gan Siow Huang menilai kolaborasi antara industri dan akademisi ini memperkuat ekosistem inovasi Singapura. Ia juga menyambut baik kemitraan STT GDC dengan institusi pendidikan dalam memperluas pilihan pelatihan di bidang AI dan sistem energi efisien.

Ke depan, FutureGrid Accelerator akan menguji performa sistem HVDC dengan beban daya minimal 325 kilowatt menggunakan server AI terbaru. STT GDC berencana mengadopsi teknologi ini pada pusat data masa depan di Singapura dan secara bertahap menerapkannya di jaringan global perusahaan.

Melalui kerja sama pengembangan talenta, STT GDC menegaskan komitmennya untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia seiring pesatnya pertumbuhan infrastruktur AI dan kebutuhan energi berkelanjutan di Asia Tenggara.