Huawei Dorong Modernisasi Jaringan Listrik Global Lewat Otomatisasi Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan

GLOBAL, TEKNOLOGI107 Dilihat

BARCELONA, SINKAP.info – Huawei menegaskan bahwa otomatisasi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi faktor utama dalam mendorong modernisasi jaringan listrik global, seiring meningkatnya tantangan stabilitas sistem dan percepatan transisi energi menuju netralitas karbon.

Sepanjang tahun 2025, lebih dari 10 pemadaman listrik besar tercatat terjadi di berbagai negara dan berdampak terhadap lebih dari 1,2 miliar penduduk dunia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa menjaga stabilitas sistem kelistrikan masih menjadi prioritas utama bagi perusahaan listrik global.

Di sisi lain, percepatan pemanfaatan energi terbarukan dan meningkatnya elektrifikasi menuntut sistem ketenagalistrikan yang lebih fleksibel. Integrasi sumber energi baru dalam skala besar serta pengelolaan beban listrik yang semakin tidak dapat diprediksi menghadirkan tantangan baru bagi operator jaringan listrik.

Presiden Global Marketing & Solutions Unit Bisnis Digitalisasi Tenaga Listrik Huawei, Jason Li, mengatakan bahwa peran jaringan listrik akan mengalami transformasi signifikan di masa depan.

MENARIK DIBACA:  EPIC 2025 Catat Rekor Baru dengan 1.200 Aplikasi, 87% Peserta dari Luar Hong Kong

“Sebelumnya, otomatisasi digunakan terutama untuk mengatasi permasalahan jaringan listrik. Ke depan, jaringan listrik akan bertransformasi dari sekadar sistem transmisi menjadi elemen kunci dalam transisi energi. Digitalisasi dan kecerdasan buatan bukan lagi sekadar peningkatan opsional, melainkan komponen esensial dalam pembangkitan tenaga listrik inti,” ujar Jason Li.

Ia menambahkan bahwa integrasi teknologi digital secara mendalam dalam berbagai skenario ketenagalistrikan, serta pembaruan proses produksi dan operasional melalui teknologi telekomunikasi dan AI, akan memungkinkan sistem kelistrikan mencapai tingkat stabilitas dan fleksibilitas yang optimal.

Dalam konteks distribusi tenaga listrik, integrasi pembangkit listrik tenaga surya terdistribusi, sistem penyimpanan energi, serta fasilitas pengisian daya kendaraan listrik ke dalam jaringan menghadirkan tantangan baru, khususnya dalam menjaga keseimbangan, stabilitas, dan keamanan jaringan distribusi.

MENARIK DIBACA:  SUNeVision Mulai Bangun Fase Kedua MEGA IDC, Perkuat Posisi Hong Kong sebagai Pusat Data AI

“Terobosan bagi sistem ketenagalistrikan masa depan terletak pada jaringan distribusi. Kunci utamanya adalah transparansi pada tingkat tegangan rendah 400 volt,” jelas Jason Li.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Huawei bersama mitra mengembangkan solusi distribusi cerdas atau Intelligent Distribution Solution (IDS) yang memungkinkan pengelolaan jaringan tegangan rendah secara transparan dan efisien.

Pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Huawei dijadwalkan menampilkan berbagai aplikasi kecerdasan buatan terbarunya dalam digitalisasi sektor ketenagalistrikan. Inovasi tersebut mencakup solusi distribusi listrik cerdas, gardu induk digital, serta sistem inspeksi pembangkit listrik berbasis AI.

Huawei mengundang para pemangku kepentingan untuk melihat langsung implementasi transformasi digital di sektor ketenagalistrikan dengan mengunjungi stan Huawei di Hall 1, Fira Gran Via, Barcelona.