SMU Resmi Luncurkan ResWORK, Perkuat Ketahanan Tenaga Kerja Hadapi Disrupsi AI

GLOBAL, TEKNOLOGI75 Dilihat

SINGAPURA, SINKAP.info — Singapore Management University (SMU) resmi meluncurkan Resilient Workforces Institute (ResWORK), sebuah lembaga riset tingkat universitas yang berfokus pada penguatan ketahanan tenaga kerja dan pembelajaran sepanjang hayat di tengah percepatan perubahan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Peluncuran tersebut diumumkan pada Selasa (21/1/2026).

ResWORK menjadi salah satu institusi pertama di Singapura dan kawasan regional yang secara terpadu mengkaji pembelajaran orang dewasa dan masa depan dunia kerja melalui pendekatan lintas disiplin, mencakup ekonomi, manajemen, ilmu perilaku, dan teknologi.

Acara peluncuran dihadiri oleh Senior Minister of State Kementerian Pendidikan serta Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Dr Janil Puthucheary, yang bertindak sebagai tamu kehormatan. Dalam sambutannya, Dr Janil menekankan pentingnya kemitraan antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam menghadapi disrupsi tenaga kerja akibat AI dan teknologi digital.

Presiden SMU, Profesor Lily Kong, mengatakan pendirian ResWORK mencerminkan komitmen universitas terhadap riset yang berdampak langsung bagi kebijakan publik dan praktik organisasi.

“ResWORK akan membantu Singapura dan kawasan regional menavigasi perubahan besar yang membentuk kembali dunia kerja dan pembelajaran di era AI. Dengan pendekatan lintas disiplin, riset ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan tenaga kerja,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Pemimpin Keuangan Global Tentukan Arah 2025 di Forum Keuangan Asia

ResWORK akan menjadi pusat kolaborasi riset lintas fakultas di SMU dengan tiga pilar utama, yakni optimalisasi kolaborasi manusia dan mesin, transformasi organisasi dalam lingkungan kerja berbasis AI, serta pemaksimalan modal manusia masyarakat melalui kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif.

Sejak sebelum peluncuran resmi, ResWORK telah melibatkan lebih dari 20 dosen dari enam sekolah di SMU serta sejumlah akademisi tamu ternama dunia. Lembaga ini juga telah memulai sembilan proyek riset awal yang didanai secara internal, serta beberapa program riset eksternal dengan total pendanaan lebih dari 1,5 juta dolar Singapura.

SMU mengalokasikan dana sebesar 5 juta dolar Singapura selama lima tahun untuk menopang ResWORK, dengan target tambahan pendanaan eksternal sebesar 8 juta dolar Singapura dalam tiga tahun ke depan.

Wakil Rektor Bidang Riset SMU sekaligus Direktur Sementara ResWORK, Profesor Archan Misra, menyebut agenda riset lembaga ini dirancang untuk menghasilkan solusi nyata.

“Kami percaya perubahan berbasis AI akan membentuk peluang baru, bukan sekadar menggantikan pekerjaan. ResWORK akan bekerja sama dengan pemerintah dan industri untuk menghasilkan bukti riset yang relevan bagi kebijakan, praktik organisasi, dan sistem pembelajaran sepanjang hayat,” katanya.

MENARIK DIBACA:  PTT Lubricants Pacu Ekspansi ASEAN Lewat Inovasi dan Pelumas Ramah Lingkungan

Dalam rangka memperkuat prioritas nasional ketenagakerjaan, SMU juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) selama dua tahun dengan SkillsFuture Singapore (SSG). Kerja sama ini bertujuan mengkaji dampak AI, teknologi digital, serta perubahan preferensi generasi kerja terhadap kebutuhan keterampilan dan jalur karier, sekaligus menerjemahkan temuan riset ke dalam kebijakan ketenagakerjaan.

Chief Executive SkillsFuture Singapore, Tan Kok Yam, menyatakan kemitraan ini penting untuk memastikan sistem pelatihan nasional tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan teknologi.

Selain itu, ResWORK juga menjalin kemitraan dengan sektor industri. SMU menerima kontribusi sebesar 450 ribu dolar Singapura dari Equinix untuk mendukung riset terapan mengenai tingkat paparan AI di pasar tenaga kerja Singapura. Proyek ini akan mengembangkan indeks transparan untuk mengukur dampak AI terhadap berbagai jenis pekerjaan dan sektor industri.

Managing Director Equinix Singapore, Leong Yee May, mengatakan kolaborasi ini diharapkan dapat membantu Singapura menjadi pemimpin regional dalam kajian AI dan masa depan dunia kerja.

Dengan peluncuran ResWORK, SMU menegaskan perannya sebagai pusat riset dan pendidikan yang berfokus pada isu-isu strategis ketenagakerjaan, sekaligus mendukung terwujudnya tenaga kerja Singapura yang tangguh dan siap menghadapi tantangan era digital.