Bridge Data Centres Ganti Identitas, Perkuat Infrastruktur Hyperscale dan AI Asia Pasifik

GLOBAL, TEKNOLOGI67 Dilihat

SINGAPURA, SINKAP.info – Bridge Data Centres (BDC), operator pusat data terbesar di Asia Tenggara berdasarkan kapasitas aktif, meluncurkan identitas merek baru sebagai bagian dari penguatan posisinya sebagai platform hyperscale dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) terdepan di kawasan Asia Pasifik (APAC), Selasa (20/1/2026).

Identitas merek terbaru ini mencerminkan transformasi BDC sebagai pengembang kampus pusat data berskala besar dengan jaringan yang terus berkembang di Asia. Pembaruan tersebut sekaligus menegaskan model operasional BDC sebagai platform “glocal” yang menggabungkan skala regional dengan eksekusi lokal yang kuat.

CEO Bridge Data Centres, Eric Fan, mengatakan identitas baru tersebut merepresentasikan posisi dan kemampuan BDC saat ini dalam membangun dan mengoperasikan infrastruktur hyperscale secara berkelanjutan.

“Identitas baru ini mencerminkan siapa BDC hari ini platform yang dibangun dengan disiplin eksekusi, kepastian pengiriman, dan kemampuan untuk tumbuh bersama pelanggan,” ujar Eric Fan dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, percepatan beban kerja AI dan komputasi berdensitas tinggi mendorong kebutuhan mitra infrastruktur yang memiliki kapabilitas kelas dunia sekaligus kelincahan lokal.

MENARIK DIBACA:  Berlijucker Logistics Gandeng DHL Tingkatkan Standar Logistik Thailand ke Level Global

Dukungan investor terhadap strategi dan ekspansi BDC turut ditegaskan oleh Bain Capital selaku pemegang saham pengendali. Partner Bain Capital, Drew Chen, menilai BDC berhasil mengombinasikan standar global dengan kekuatan eksekusi lokal di berbagai pasar Asia.

“BDC tidak hanya membangun kapasitas, tetapi juga membangun platform digital yang tangguh untuk ekonomi masa depan,” kata Chen.

Dalam agenda pertumbuhan 2026, BDC menargetkan kapasitas operasional mendekati 700 megawatt dari kampus hyperscale yang telah beroperasi di Malaysia dan Thailand. Perusahaan juga berencana memperluas kehadiran ke pasar-pasar baru di Asia Tenggara dan kawasan lainnya, didukung oleh kemitraan lokal serta kemampuan platform yang terintegrasi.

BDC saat ini didukung posisi permodalan yang kuat, termasuk arus kas dari fasilitas operasional, aset neraca, serta fasilitas pembiayaan multi-bank senilai 2,8 miliar dolar AS. Perusahaan juga membuka peluang pendanaan lanjutan untuk mendukung ekspansi berskala gigawatt.

MENARIK DIBACA:  FLock.io Ubah Wajah AI Global dengan Teknologi Terdesentralisasi Berbasis Privasi

Sepanjang 2025, BDC mencatat sejumlah pencapaian strategis, antara lain peluncuran fasilitas pengolahan air terpadu di kampus pusat data Johor, peletakan batu pertama kampus kedua di Thailand, penerbitan laporan ESG perdana, serta berbagai pengakuan industri atas kinerja keberlanjutan dan keandalan operasional.

Identitas merek baru BDC secara visual ditandai dengan simbol lengkungan yang meningkat, melambangkan pertumbuhan, konektivitas, dan kesiapan menghadapi era AI. Dengan slogan baru “Bridging the future. Connecting the world.”, BDC menegaskan komitmennya dalam menghubungkan ekonomi digital, membangun infrastruktur berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, investor, dan ekosistem digital nasional.

Bridge Data Centres merupakan operator pusat data terkemuka di Asia Pasifik yang berbasis di Singapura, dengan kehadiran kuat di Malaysia, Thailand, India, dan pasar berkembang lainnya. Didukung Bain Capital, BDC menargetkan kapasitas global hingga 3 gigawatt pada 2030 melalui kolaborasi dengan platform pusat data di Eropa dan Amerika Serikat.