Choco Up Perkuat Kepemimpinan Strategis Dorong Ekspansi Pembiayaan UKM Asia-Pasifik Regional Berkelanjutan

GLOBAL41 Dilihat

SINGAPURA, SINKAP.info — Platform pembiayaan pertumbuhan untuk usaha kecil dan menengah (UKM), Choco Up, mengumumkan penunjukan tiga pimpinan strategis guna memperkuat langkah ekspansi di kawasan Asia-Pasifik (APAC). Penunjukan tersebut meliputi posisi Head of Corporate Strategy, Chief Risk Officer, dan Country Head Australia.

Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan di tengah perluasan operasional regional. Hingga kini, Choco Up telah mendukung lebih dari 1.000 UKM di Singapura, Hong Kong, dan Australia, khususnya di sektor e-commerce, perangkat lunak sebagai layanan (SaaS), serta industri berbasis teknologi.

Dalam penunjukan tersebut, Koichi Saito dipercaya sebagai Head of Corporate Strategy. Ia membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang perencanaan korporasi, merger dan akuisisi, pasar modal, serta pengembangan usaha di kawasan Asia-Pasifik.

Sebelumnya, Saito dikenal sebagai Founder dan General Partner KK Fund, perusahaan modal ventura tahap awal yang berfokus di Asia Tenggara. Ia juga pernah berkiprah di ORIX Group, George Soros’ IHG, serta Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities.

MENARIK DIBACA:  Dusit Hotels Kelola Kaliwatu Residences di Labuan Bajo, Flores

Sementara itu, Kitti Chiraseivinupraphand dipromosikan menjadi Chief Risk Officer. Bergabung dengan Choco Up sejak 2021 sebagai Head of Risk, ia memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang manajemen risiko perbankan korporasi di Asia.

Dalam perannya, Kitti berkontribusi besar dalam pengembangan sistem penilaian kredit berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan persetujuan pembiayaan dalam hari yang sama dengan tetap menjaga pengendalian risiko yang ketat.

Untuk memperkuat eksekusi pasar di Australia, Bart Joanilho ditunjuk sebagai Country Head Australia. Ia telah memimpin operasional Choco Up di Australia sejak perusahaan tersebut memasuki pasar pada 2023. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun sebagai wirausaha di berbagai sektor, Joanilho dinilai berhasil mendorong pertumbuhan signifikan melalui strategi pemasaran dan lokalisasi yang inovatif.

MENARIK DIBACA:  FLock.io Ubah Wajah AI Global dengan Teknologi Terdesentralisasi Berbasis Privasi

Pendiri sekaligus CEO Choco Up, Percy Hung, menyatakan bahwa ketiga pimpinan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung arah strategis perusahaan. Menurutnya, penyelarasan antara strategi, manajemen risiko, dan eksekusi lokal menjadi kunci utama dalam mendukung UKM di kawasan APAC.

“Struktur kepemimpinan ini memberikan kepercayaan diri bagi kami untuk terus memperkuat peran Choco Up sebagai mitra pembiayaan utama bagi UKM dan pelaku e-commerce di Asia-Pasifik,” ujar Hung.

Choco Up merupakan perusahaan teknologi dan layanan keuangan yang menyediakan solusi pembiayaan alternatif tanpa ekuitas bagi UKM. Dengan memanfaatkan analitik data dan pembelajaran mesin, perusahaan ini menawarkan proses pembiayaan yang cepat dan terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis di berbagai pasar internasional.