De Beers Ungkap Capaian Mengejutkan 2025, Emisi Turun dan Lima Juta Berlian Terlacak

Bisnis, GLOBAL46 Dilihat

LONDON, SINKAP.info – De Beers Group melaporkan kemajuan dalam berbagai program keberlanjutan sepanjang 2025, mulai dari pengurangan emisi karbon, konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan transparansi rantai pasok berlian. Capaian tersebut tertuang dalam Sustainability Report 2025 yang dirilis perusahaan pada Senin (12/10/2026).

Melalui kerangka keberlanjutan Building Forever, De Beers menyoroti sejumlah target dan program yang berfokus pada penghidupan masyarakat, pelestarian alam, aksi iklim, serta pelacakan asal-usul berlian.

Salah satu capaian utama perusahaan adalah penurunan emisi karbon Cakupan 1 dan 2 sebesar 14 persen dibandingkan 2021. De Beers menargetkan pengurangan jejak karbon hingga sepertiga pada 2030, sesuai target berbasis sains yang telah disetujui.

Perusahaan juga melaporkan dukungan terhadap 2,6 lapangan kerja di luar lokasi operasional untuk setiap satu pekerjaan yang tercipta di lokasi operasional. Angka tersebut menjadi bagian dari target perusahaan untuk mendukung empat pekerjaan di luar lokasi operasional bagi setiap satu pekerjaan di lokasi pada 2030.

Di bidang konservasi, De Beers mengelola sekitar 375.000 hektare lahan untuk pelestarian alam di Afrika bagian selatan. Perusahaan juga mendukung penetapan lahan basah Ramsar pertama di Angola melalui kemitraan Okavango Eternal bersama National Geographic. Kawasan tersebut berperan melindungi sumber sekitar 95 persen aliran air yang masuk ke Delta Okavango.

Chief Executive Officer De Beers Group, Al Cook, mengatakan berlian alam memiliki potensi memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan keterampilan, konservasi alam, serta aksi iklim.

Menurutnya, perusahaan berupaya memusatkan perhatian pada target keberlanjutan yang dapat memberikan dampak signifikan, sejalan dengan prioritas negara mitra, standar global, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Konservasi Alam dan Pengurangan Emisi

Dalam bidang konservasi, De Beers mencatat kelahiran anak badak ke-70 di kawasan konservasi Botswana sejak program pelestarian badak dimulai pada 2012. Perusahaan bersama Debswana juga memindahkan 31 badak untuk mendukung upaya pemulihan ekosistem di kawasan tersebut.

MENARIK DIBACA:  Cyberport Venture Capital Forum 2025 Resmi Dibuka, Sorot Peluang Investasi AI dan Blockchain

Ke depan, De Beers menargetkan perlindungan lahan untuk alam hingga tiga kali lebih luas dibandingkan area yang terdampak operasionalnya. Perusahaan juga berencana mendukung kemitraan untuk melindungi tambahan 13 juta hektare lahan hingga 2030.

Pada sektor iklim, perusahaan mendukung pengembangan Envusa, inisiatif energi terbarukan berbasis tenaga surya dan angin yang memiliki kapasitas 520 megawatt di Afrika bagian selatan.

Upaya lainnya mencakup uji coba bahan bakar nabati, pengembangan inisiatif daur ulang ban bersama Anglo American dan Sasol, serta dukungan kepada Kelp Blue, perusahaan rintisan yang mengembangkan budidaya rumput laut raksasa di lepas pantai Namibia. Inisiatif tersebut ditujukan untuk membantu penyerapan karbon, pemulihan ekosistem laut, dan penciptaan peluang ekonomi lokal.

De Beers menyatakan tahap berikutnya akan berfokus pada percepatan pengurangan emisi Cakupan 1, 2, dan 3, perluasan kapasitas energi terbarukan, elektrifikasi peralatan pertambangan, serta peningkatan keterlibatan pemasok untuk menekan emisi dalam rantai pasok.

Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Lokal

Dalam aspek penghidupan masyarakat, program Stanford Seed telah mendukung 128 bisnis melalui pelatihan kepemimpinan, pendampingan manajemen, dan pengembangan jejaring bagi usaha kecil dan menengah di negara-negara mitra penghasil berlian di Afrika bagian selatan.

Sementara itu, program EntreprenHER yang dijalankan bersama UN Women dan mitra pemerintah melatih tambahan 500 perempuan sepanjang 2025. Dengan capaian tersebut, jumlah perempuan yang telah mengikuti program sejak 2016 mencapai lebih dari 3.900 orang.

De Beers juga berkomitmen menginvestasikan 1 miliar pula Botswana atau sekitar US$70 juta ke dalam Diamonds for Development Fund. Dana tersebut dibentuk bersama Pemerintah Botswana untuk mendukung pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan dan mempercepat diversifikasi ekonomi jangka panjang negara tersebut.

Selain itu, perusahaan menjalankan Diamond Entrepreneurship Programme untuk membantu usaha kecil dan menengah lokal mengembangkan bisnis di bidang pemotongan dan pemolesan berlian, desain perhiasan, serta perdagangan.

Lima Juta Berlian Terdaftar dalam Sistem Pelacakan

MENARIK DIBACA:  GOD55 Sports Resmi Masuk MotoGP, Gandeng Honda LCR Tiga Musim Penuh

Dalam aspek transparansi dan asal-usul berlian, platform Tracr milik De Beers telah mencapai tonggak lima juta berlian kasar yang didaftarkan secara individual menggunakan teknologi berbasis blockchain.

Perusahaan menyebut sistem tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketertelusuran berlian, mulai dari sumber hingga pergerakannya dalam rantai pasok. Tracr juga menjalin kemitraan dengan Sarine untuk mengintegrasikan pencatatan sumber berlian kasar dengan data pemindaian tingkat lanjut.

Pada 2025, platform tersebut turut mendukung pelacakan berlian dari pertambangan artisanal yang digunakan dalam koleksi terbatas De Beers London. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan membantu konsumen memperoleh informasi mengenai perjalanan berlian yang dibeli.

De Beers juga menandai 20 tahun pelaksanaan program Best Practice Principles, yang mencakup standar kepatuhan dan audit pihak ketiga. Program tersebut menjangkau sekitar 250.000 orang di lebih dari 70 negara, termasuk seluruh operasi De Beers Group, pelanggan Sightholder, dan kontraktor terkait berlian.

Perusahaan turut melaporkan bahwa seluruh pemasok logam mulia untuk merek ritel De Beers London dan Forevermark telah memenuhi standar pengadaan yang ditetapkan.

Keselamatan Kerja Mencatat Rekor Terbaik

Di bidang keselamatan kerja, De Beers menyebut 2025 sebagai tahun paling aman dalam sejarah perusahaan. Tingkat frekuensi cedera yang tercatat turun 19 persen dibandingkan 2024, sementara tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan kerja yang dilaporkan.

CEO De Beers Brands, Sandrine Conseiller, mengatakan konsumen semakin mengharapkan merek yang mereka pilih mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan bisnisnya. Karena itu, perusahaan berupaya menyampaikan secara terbuka langkah keberlanjutan yang dijalankan serta dampak yang dihasilkan.

Melalui laporan keberlanjutan 2025 tersebut, De Beers menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program yang menghubungkan industri berlian dengan penciptaan lapangan kerja, pelestarian lingkungan, pengurangan emisi, dan transparansi rantai pasok.

Perusahaan menyatakan upaya tersebut akan dilanjutkan melalui kemitraan dengan pemerintah, organisasi internasional, pelaku usaha, dan komunitas di negara-negara tempat berlian ditemukan.