HAIKOU, SINKAP.info – Delegasi jurnalis dari sembilan media internasional asal Amerika Serikat, Prancis, Turki, Spanyol, dan Korea Selatan mengunjungi Provinsi Hainan, China, untuk melihat langsung perkembangan pariwisata bahari, konservasi ekosistem laut, serta inovasi sektor konsumsi di kawasan tersebut.
Kunjungan yang berlangsung selama empat hari itu mencakup sejumlah wilayah, di antaranya Haikou, Wanning, Lingshui, dan Sanya. Para jurnalis mengeksplorasi berbagai destinasi dan program yang menunjukkan perkembangan ekonomi berbasis kelautan di Hainan.
Tahun 2026 menjadi tahun pertama setelah penerapan penuh operasi kepabeanan khusus di seluruh wilayah Hainan Free Trade Port (FTP). Pemerintah setempat menetapkan 2026 sebagai “Marine Tourism Year” dengan pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kelautan sebagai salah satu fokusnya.
Kebijakan bebas visa bagi warga negara dari 86 negara, perluasan hak lalu lintas udara, serta fasilitas belanja bebas bea menjadi sejumlah kebijakan yang mendukung keterbukaan Hainan terhadap wisatawan internasional.
Pada paruh pertama 2026, Hainan mencatat lebih dari 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Jumlah tersebut meningkat 48,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wanning Kembangkan Wisata Olahraga Bahari
Salah satu lokasi yang dikunjungi delegasi adalah Riyue Bay di Wanning. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi selancar yang berkembang dan menjadi bagian dari pertumbuhan industri olahraga bahari Hainan.
Riyue Bay tercatat menerima lebih dari 500 ribu kunjungan setiap tahun. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari China, tetapi juga dari sejumlah negara seperti Australia dan kawasan Asia Tenggara.
Delegasi media juga melihat fasilitas kolam selancar buatan berstandar Olimpiade yang diklaim menjadi yang pertama di China. Fasilitas tersebut menggunakan teknologi pembuat gelombang untuk menghasilkan 23 jenis ombak sehingga aktivitas selancar dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa bergantung pada kondisi gelombang alami.
Kontributor surat kabar Aydınlık dari Turki, Guney Isik Ganimgil, menilai perkembangan pariwisata budaya di Hainan menunjukkan potensi yang besar.
Pariwisata Berbasis Konservasi Laut
Pengembangan pariwisata Hainan juga berjalan berdampingan dengan program perlindungan ekosistem laut.
Di Hainan Ocean Paradise Resort, misalnya, pengelola menerapkan kebijakan untuk tidak menangkap satwa laut liar. Pusat penyelamatan di kawasan tersebut telah merehabilitasi dan melepasliarkan lebih dari 200 satwa laut, termasuk penyu dan penyu sisik.
Sementara itu, Wuzhizhou Island mengembangkan model ekowisata melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Salah satu programnya berupa pengembangan peternakan laut tropis dengan memanfaatkan terumbu buatan dan transplantasi koloni karang.
Wisatawan juga dapat terlibat langsung dalam kegiatan transplantasi karang. Konsep tersebut menggabungkan aktivitas wisata dengan edukasi konservasi sehingga pengunjung tidak hanya menikmati lingkungan laut, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam upaya pemulihannya.
Budaya Maritim dan Wisata Premium
Pengembangan sektor pariwisata Hainan juga dilakukan dengan mengintegrasikan budaya maritim tradisional dengan konsep wisata modern.
Rakit nelayan Danjia menjadi salah satu bagian dari atraksi budaya pesisir yang terus dikembangkan. Sementara itu, Tianya Town yang dibangun di kawasan bekas desa nelayan berusia sekitar satu abad kini berkembang menjadi kawasan rekreasi pesisir.
Kawasan tersebut memiliki hampir 100 penginapan butik dan kafe yang menawarkan pengalaman wisata dengan nuansa desa pesisir.
Di sektor konsumsi, Sanya International Duty-Free Shopping Complex menghadirkan lebih dari 1.000 merek internasional dengan konsep belanja yang menggabungkan fasilitas bebas bea dan teknologi.
Sementara itu, Sanya Yacht Tourism Center mengembangkan rantai industri wisata kapal pesiar dan yacht. Sepanjang 2025, pusat wisata tersebut mencatat lebih dari 220 ribu perjalanan yacht.
Hainan Dorong Ekonomi Biru
Selama empat hari perjalanan, delegasi media internasional melihat perkembangan Hainan yang menggabungkan keterbukaan ekonomi, perlindungan lingkungan, budaya maritim, dan pariwisata.
Pengembangan Hainan Free Trade Port tidak hanya diarahkan pada wisata pantai konvensional. Kebijakan perdagangan dan pariwisata menjadi salah satu fondasi, sementara konservasi ekosistem laut dan budaya lokal menjadi bagian dari pengembangan destinasi.
Melalui penguatan ekonomi berbasis kelautan atau ekonomi biru, Hainan terus mengembangkan model pariwisata yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan potensi laut dan perlindungan lingkungan.







