Laporan Money20/20 Asia: AI dan Aset Digital Dorong Ekosistem Fintech APAC Naik Kelas

GLOBAL, TEKNOLOGI58 Dilihat

BANGKOK, SINKAP.info – Kawasan Asia-Pasifik (APAC) resmi meninggalkan fase eksperimen dan kini memimpin secara global dalam skala inovasi finansial. Laporan terbaru bertajuk Future of Fintech in APAC yang dirilis Money20/20 mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan aset digital kini menjadi penggerak utama infrastruktur keuangan regional.

Laporan ini diluncurkan menjelang perhelatan Money20/20 Asia yang dijadwalkan berlangsung di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, pada 21-23 April 2026.

Dari Eksperimen ke Eksekusi

Berdasarkan wawasan dari 130 pemimpin senior fintech, industri keuangan saat ini telah melampaui program percontohan (pilot project) menuju solusi tingkat korporasi yang mengutamakan kolaborasi dan kepercayaan digital.

“APAC tidak lagi bereksperimen kawasan ini sedang mengeksekusi,” ujar Ian Fong, VP of Content Money20/20 Asia.

Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di Asia saat ini akan menjadi cetak biru bagi masa depan keuangan global yang lebih cepat, aman, dan inklusif.

Poin Penting Laporan Money20/20 Asia 2026:

  • Target Pertumbuhan: Sebanyak 22,9% responden menjadikan APAC sebagai target pertumbuhan utama mereka.

  • Adopsi AI: Sebesar 61,2% organisasi telah mengadopsi AI atau machine learning dalam operasional mereka.

  • Keamanan Siber: Penipuan (fraud) menjadi tantangan besar, di mana 63,5% pemimpin menempatkan pencegahan penipuan sebagai prioritas operasional tertinggi.

  • Dampak Sosial: Sebanyak 90,6% eksekutif menyatakan bahwa inisiatif dampak sosial kini telah menyatu dalam strategi korporasi.

MENARIK DIBACA:  Green SM Raih Top 10 Transportasi Darat Indonesia, Bukti Kepercayaan Publik

Kepercayaan Digital dan Aset Kripto

Seiring pesatnya adopsi digital, kepercayaan menjadi “mata uang” baru. Justin Lie, Founder & CEO SHIELD, mencatat bahwa kecepatan adopsi digital di Asia telah melampaui model penipuan tradisional. Menurutnya, perusahaan yang mampu menyematkan keamanan tanpa hambatan (frictionless) akan memenangkan pasar.

Di sisi lain, aset digital seperti stablecoin mulai masuk ke arus utama perbankan. Dukungan regulasi yang jelas di Singapura, Hong Kong, dan Jepang mendorong adopsi institusional.

“Di Asia, stablecoin sudah tertanam dalam aktivitas ekonomi nyata, mulai dari pembayaran lintas batas hingga optimasi perbendaharaan,” kata Yam Ki Chan, Vice President APAC Circle.

MENARIK DIBACA:  Hainan, Destinasi Tropis Bebas Visa yang Menarik Perhatian Media Dunia

Mendorong Inklusi Keuangan Melalui Pinjaman Digital

Laporan ini juga menyoroti peran penting solusi fintech bagi UMKM. Sekitar 72,9% responden percaya bahwa solusi yang disesuaikan untuk UMKM adalah kunci pertumbuhan ekonomi APAC.

Moritz Gastl, General Manager Tala Philippines, menekankan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar memindahkan produk ke ranah online.

“Inklusi membutuhkan pemahaman atas realitas konsumen sehari-hari. Pinjaman digital berhasil ketika ia memberdayakan masyarakat, bukan sekadar mengganti sistem lama dengan antarmuka baru,” jelasnya.

Menatap Masa Depan

Sinergi antara kemajuan teknologi dan dampak sosial akan mendefinisikan dekade berikutnya. Dengan rel pembayaran yang saling terhubung dan aset digital yang memasuki pasar teregulasi, Asia-Pasifik kini menjadi pusat perhatian dunia dalam transformasi sistem keuangan masa depan.

Tentang Money20/20 Asia:
Acara ini merupakan titik temu para pemimpin industri keuangan global untuk menjalin relasi dan menentukan arah bisnis uang di masa depan. Bangkok akan menjadi tuan rumah bagi ribuan delegasi dari seluruh dunia pada April mendatang.