Bangkok Jadi Pusat Fintech Dunia, 250 Tokoh Bahas Masa Depan Keuangan Global

GLOBAL, TEKNOLOGI40 Dilihat

BANGKOK, SINKAP.info – Ajang fintech internasional Money20/20 Asia 2026 akan menghadirkan 250 pembicara dari 39 negara dalam gelaran yang berlangsung pada 21–23 April 2026 di Queen Sirikit National Convention Center. Acara ini menjadi forum penting bagi pelaku industri keuangan global untuk membahas arah masa depan sektor finansial.

Mengusung tema “From Infrastructure to Impact – Where Technology Meets Humanity”, konferensi tahun ini akan mengeksplorasi bagaimana inovasi teknologi keuangan dapat memberikan dampak nyata di kawasan Asia Pasifik. Topik yang dibahas mencakup infrastruktur digital, embedded finance, layanan berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga inklusi keuangan.

Lebih dari 40 bank global dan regional dipastikan berpartisipasi, di antaranya HSBC, Bank of America, Citi, Deutsche Bank, serta J.P. Morgan. Selain itu, sejumlah perusahaan pembayaran global seperti Visa dan Mastercard juga akan turut membahas perkembangan sistem pembayaran di kawasan.

MENARIK DIBACA:  10 Tahun Belt and Road Summit: Hong Kong Catat Rekor Kerja Sama Investasi Global

Executive Vice President & Managing Director APAC & Middle East Money20/20, Danny Levy, mengatakan forum ini menjadi wadah strategis untuk membentuk arah industri.

“Diskusi di Bangkok akan menentukan masa depan uang, mulai dari aset digital, pembayaran hingga AI dan inklusi keuangan,” ujarnya.

Sejumlah tokoh penting dijadwalkan menjadi pembicara utama, di antaranya Gubernur Bank Sentral Fiji Faizul Ariff Ali, Founder & CEO Uzum Djasur Djumaev, serta Executive Director Bangkok Bank, Pichet Durongkaveroj.

Dalam pernyataannya, Pichet menilai Thailand memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi keuangan di Asia. Ia menyebut ajang ini membuka peluang kolaborasi global serta pengembangan model bisnis baru di tengah percepatan transformasi digital.

Pada edisi 2026, Money20/20 Asia juga menghadirkan Intersection Stage, yang akan membahas pertemuan antara keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Topik yang diangkat meliputi aset digital, keamanan siber, regulasi, hingga pembayaran lintas negara.

MENARIK DIBACA:  Hong Kong Techathon+ Rayakan Satu Dekade, Perkuat Kolaborasi Inovasi Global Kampus

Selain itu, terdapat program Startup & Investor Park yang mempertemukan startup fintech Asia dengan investor global. Sebanyak 20 startup terpilih akan mempresentasikan inovasi mereka serta berkesempatan memenangkan akses ke program akselerator Startupbootcamp Sustainability Singapore dengan hadiah senilai SGD 70.000.

Konferensi ini juga akan diikuti sejumlah perusahaan fintech dan teknologi global seperti Revolut, Meta, Finastra, dan FIS.

Selama tiga hari penyelenggaraan, agenda akan mencakup berbagai isu strategis seperti tokenisasi pasar di Asia, pembayaran lintas negara secara real-time, inklusi keuangan berbasis AI, hingga regulasi keuangan masa depan yang melibatkan otoritas dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dengan menghadirkan pemimpin industri, regulator, investor, dan inovator dalam satu forum, Money20/20 Asia 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam membentuk ekosistem keuangan global yang lebih inklusif, inovatif, dan terintegrasi.