Inggris Buka Keran Investasi Hijau di Indonesia, Proyek Iklim Diburu Investor Global

GLOBAL152 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Pemerintah Inggris resmi meluncurkan program Climate Finance Accelerator (CFA) di Indonesia dengan membuka call for proposals bagi bisnis rendah karbon yang siap mendapatkan investasi. Program bantuan teknis global ini ditujukan untuk mendukung pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia serta target net zero emissions pada 2060.

Peluncuran CFA Indonesia digelar di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026, dan dilakukan langsung oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey. Program CFA dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kesiapan teknis proyek iklim dan kelayakan finansial, dengan mempertemukan pelaku usaha inovatif dan investor yang berfokus pada dampak iklim.

Pemerintah Inggris mencatat kebutuhan pembiayaan iklim Indonesia diperkirakan mencapai USD472,6 miliar, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar investasi rendah karbon terbesar di Asia Tenggara. Melalui CFA, bisnis-bisnis terpilih akan memperoleh pendampingan intensif untuk mengembangkan proyek iklim berskala besar yang siap investasi.

MENARIK DIBACA:  Guizhou Sukses Transformasi Ekologis Jadi Zona Percontohan Pembangunan Hijau

Dalam siaran pers Kedutaan Besar Inggris yang diterima Metrotvnews.com, disebutkan CFA Indonesia membuka peluang bagi bisnis rendah karbon dari berbagai sektor, antara lain energi, pengelolaan limbah, pertanian, transportasi, proses industri dan penggunaan produk (industrial processes and product use/IPPU), serta kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (forestry and other land use/FOLU).

Call for proposals dibuka mulai 2 Februari hingga 9 Maret 2026, dengan persyaratan kebutuhan investasi minimum sebesar USD3 juta.

Bisnis yang lolos seleksi akan mendapatkan dukungan selama tiga hingga empat bulan, berupa sesi kelompok dan pendampingan satu per satu oleh para pakar di bidang keuangan, teknis, serta kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi. Para peserta juga akan mempresentasikan proyek mereka kepada investor iklim dalam forum khusus yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

MENARIK DIBACA:  VinFast Jamin Harga Jual Kembali EV 90%, Perkuat Kepercayaan Konsumen Filipina.

Duta Besar Inggris Dominic Jermey menyatakan bahwa CFA telah mendukung lebih dari 200 bisnis secara global dan memfasilitasi kesepakatan investasi senilai lebih dari USD400 juta. Ia menegaskan Indonesia merupakan mitra penting Inggris dalam aksi iklim global, dengan potensi besar yang dimiliki para pengusaha iklim domestik.

Sementara itu, CFA Indonesia diimplementasikan oleh PwC Consulting Indonesia. Presiden Direktur PwC Consulting Indonesia, Martijn Peeters, menyebut program ini bertujuan mengubah ambisi iklim menjadi proyek yang layak investasi dan memberikan dampak terukur, sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap proyek iklim di Indonesia.

CFA merupakan bagian dari pendanaan International Climate Finance (ICF) Pemerintah Inggris melalui Departemen Keamanan Energi dan Net Zero, dan saat ini dijalankan di sepuluh negara, termasuk Indonesia.