BANGKOK, SINKAP.info — Dusit International, salah satu perusahaan perhotelan dan pengembang properti terkemuka asal Thailand, menyoroti pencapaian langka berupa konvergensi pengakuan Michelin yang mencakup hotel, restoran, serta para talenta kuliner yang dibentuk melalui institusi pendidikan perhotelan di bawah naungannya.
Pengakuan tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang Dusit dalam mengembangkan filosofi Thai-inspired gracious hospitality, yang mengintegrasikan pengalaman tamu, keunggulan kuliner, dan pengembangan sumber daya manusia dalam satu ekosistem berkelanjutan.
Pada 2025, tiga properti Dusit, yakni Dusit Thani Bangkok, Dusit Thani Kyoto, dan Dusit Thani Mactan Cebu, masing-masing dianugerahi satu Michelin Key oleh Michelin Guide. Penghargaan ini diberikan kepada hotel yang dinilai menawarkan pengalaman menginap luar biasa melalui integritas desain, layanan berkualitas, serta karakter lokal yang kuat.
Di sektor kuliner, Dusit semakin memperkuat reputasinya setelah Cannubi by Umberto Bombana di Dusit Thani Bangkok meraih satu Michelin Star. Restoran tersebut tercatat sebagai restoran Italia pertama di Thailand yang memperoleh bintang Michelin, menegaskan posisi Dusit sebagai kurator pengalaman bersantap kelas dunia.
Pengakuan Michelin tersebut tidak hanya terbatas pada hotel dan restoran, tetapi juga menjangkau para chef yang merupakan lulusan institusi pendidikan Dusit. Dusit Thani College, yang telah berkiprah lebih dari tiga dekade, dikenal sebagai salah satu institusi unggulan di Asia dalam bidang pendidikan perhotelan dan kuliner, dengan alumni yang berkiprah di berbagai panggung internasional.
Dalam seleksi Michelin Guide terbaru, sejumlah alumni Dusit kembali mencatatkan prestasi. AKKEE, milik Chef Sittikorn ‘Au’ Chantop, serta GOAT Bangkok, milik Chef Parkorn ‘Tan’ Kosiyabong, masing-masing meraih satu Michelin Star untuk tahun kedua berturut-turut. GOAT Bangkok juga dianugerahi Michelin Green Star atas kepemimpinannya dalam praktik keberlanjutan.
Sementara itu, restoran M-O-K milik Chef Sirorat ‘Fay’ Thowtho dan AGAVE milik Chef Nitinan ‘New’ Mangkala yang berbasis di Ubon Ratchathani, Thailand timur laut, menerima penghargaan Bib Gourmand, yang menilai kualitas, nilai, dan identitas kuliner regional.
Prestasi serupa juga datang dari lulusan Le Cordon Bleu Dusit Culinary Arts School, Bangkok, hasil kolaborasi Dusit dan Le Cordon Bleu. Di antaranya Chef Pichaya ‘Pam’ Soontornyanakij, yang kembali meraih Michelin Star untuk restorannya POTONG, sekaligus menempati peringkat ke-13 dalam The World’s 50 Best Restaurants 2025. Sementara Chef John Chantarasak meraih Michelin Star melalui restorannya AngloThai di London.
Group CEO Dusit International, Chanin Donavanik, menyatakan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan kekuatan pendekatan Dusit yang berlandaskan kepedulian, keterampilan, dan kesinambungan.
“Pengakuan Michelin di seluruh hotel, restoran, dan para chef lulusan ekosistem pendidikan kami menunjukkan bahwa Thai inspired gracious hospitality tidak hanya tentang pengalaman tamu, tetapi juga tentang membangun standar dan talenta bagi industri secara luas,” ujarnya.
Selain Dusit Thani College dan Le Cordon Bleu Dusit, komitmen pengembangan talenta juga diwujudkan melalui The Food School Bangkok, sebuah sekolah kuliner berbasis industri yang menggandeng ALMA The School of Italian Culinary Arts, Tsuji Culinary Institute, dan Dusit Thani College.
Dusit International yang berdiri sejak 1949 tercatat sebagai grup perhotelan yang terdaftar di Bursa Efek Thailand, dengan lini bisnis yang mencakup hotel dan resor, pendidikan perhotelan, kuliner, pengembangan properti, serta layanan terkait perhotelan. Strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan berfokus pada keseimbangan, ekspansi, dan diversifikasi guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.







