SINGAPURA, SINKAP.info – DHL Group mencatat sejumlah tonggak penting dalam agenda keberlanjutan (sustainability) di kawasan Asia Pasifik dengan memperkuat komitmen dekarbonisasi serta kesiapan memenuhi meningkatnya permintaan solusi logistik rendah emisi. Sepanjang 2025, DHL melanjutkan peta jalan keberlanjutannya melalui berbagai inisiatif strategis di sektor udara, darat, dan fasilitas operasional.
Sejumlah langkah utama yang dijalankan meliputi penandatanganan perjanjian bahan bakar berkelanjutan, perluasan armada kendaraan listrik, hingga pengoperasian fasilitas logistik netral karbon.
Di sektor penerbangan, DHL Express memperkuat penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai upaya menekan emisi karbon. Pada 2025, DHL menandatangani perjanjian SAF dengan sejumlah mitra strategis di Asia, antara lain Cosmo Energy, Cathay, dan Neste. Kerja sama tersebut mencakup pasokan hampir 20 juta liter SAF untuk penerbangan kargo DHL yang berangkat dari Narita, Incheon, dan Singapura.
Melalui layanan GoGreen Plus, lebih dari 153.000 pelanggan di Asia Pasifik memanfaatkan SAF untuk mengurangi emisi Scope 3 pada pengiriman internasional mereka. DHL juga menerapkan skema book and claim yang memungkinkan pelanggan memperoleh manfaat lingkungan dari penggunaan bahan bakar berkelanjutan, meskipun pengirimannya tidak secara langsung menggunakan aset berbahan bakar tersebut.
“Sustainability bukan sekadar slogan bagi kami. Kami memimpin dengan aksi nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari operasional kami,” ujar CEO Asia Pacific DHL Express, Ken Lee.
Di sektor transportasi laut, DHL Global Forwarding menjalin kemitraan global dengan CMA CGM untuk pembelian 8.800 metrik ton biofuel generasi kedua UCOME. Inisiatif ini ditargetkan mampu menurunkan sekitar 25.000 metrik ton emisi gas rumah kaca, sekaligus memperkuat komitmen DHL terhadap transportasi laut rendah karbon.
Selain transportasi udara dan laut, DHL juga memperluas penggunaan kendaraan ramah lingkungan di jalur darat. Hingga kini, DHL mengoperasikan lebih dari 1.800 kendaraan listrik di kawasan Asia Pasifik. Armada tersebut digunakan untuk mendukung layanan pengantaran jarak dekat dan operasional logistik perkotaan.
Beberapa implementasi kendaraan rendah emisi dilakukan di Jepang melalui penggunaan truk bertenaga hidrogen untuk operasi jarak jauh, serta di Thailand dan Filipina melalui pengoperasian kendaraan listrik untuk distribusi ritel dan logistik. DHL Express juga menambah lebih dari 100 kendaraan listrik di Filipina, Korea, dan China.
Dalam pengembangan infrastruktur, DHL Supply Chain meresmikan fasilitas pertama secara global yang sepenuhnya menggunakan energi terbarukan di Thailand. Gudang tersebut ditenagai sistem tenaga surya di lokasi dengan kapasitas 4,2 MWp, sehingga seluruh kebutuhan energinya dipenuhi tanpa ketergantungan pada jaringan listrik berbahan bakar fosil. Selain itu, pusat layanan baru DHL Express di Thailand dan Filipina juga dirancang untuk mengurangi konsumsi energi.
CEO Asia Pacific DHL Supply Chain, Javier Bilbao, menyatakan bahwa DHL memilih bertindak proaktif dalam menetapkan standar baru industri logistik berkelanjutan melalui investasi jangka panjang pada fasilitas netral karbon dan armada kendaraan listrik.
Serangkaian inisiatif tersebut menegaskan ambisi DHL Group untuk mencapai target net-zero emissions pada 2050, sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi pelanggan dan memperkuat keberlanjutan rantai pasok global.






