HONG KONG SAR, SINKAP.info – The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat inovasi global setelah Clarivate memvalidasi capaian riset universitas tersebut melalui PolyU Research Excellence Report. Laporan ini diluncurkan dalam forum bergengsi yang digelar bersama Clarivate pada Rabu (29/1/2026).
Forum bertajuk “Research Excellence Report Launch cum Impact Forum: Innovating for Global Impact” tersebut dihadiri sekitar 100 peserta, terdiri dari pimpinan perguruan tinggi, mitra industri, akademisi, serta pembuat kebijakan dari Hong Kong dan Tiongkok Daratan.
Berdasarkan data Clarivate, PolyU mencatatkan lonjakan signifikan dalam kinerja riset selama periode 2020–2024. Output riset berdampak tinggi meningkat hingga 65 persen, sementara jumlah publikasi yang masuk kategori highly cited papers naik 55 persen. Pada 2024, PolyU juga menjadi institusi penerima dana University Grants Committee (UGC) dengan jumlah publikasi riset terbanyak di Hong Kong.
Acara peluncuran laporan tersebut dibuka oleh Ketua Research Grants Council (RGC) Prof. Timothy Tong, Vice President Asia Pacific Academia and Government Clarivate Osher Gilinsky, serta Senior Vice President (Research and Innovation) PolyU Prof. Christopher Chao.
Prof. Tong menilai laporan tersebut mencerminkan komitmen kuat PolyU dalam menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia mengapresiasi efektivitas pemanfaatan sumber daya riset PolyU, khususnya dalam pengembangan inovasi medis berbasis kecerdasan buatan (AI), solusi iklim, dan keberlanjutan. RGC, kata dia, akan terus mendukung riset yang menjawab tantangan sosial melalui berbagai skema pendanaan.
Sementara itu, Osher Gilinsky menyebut PolyU menunjukkan produktivitas riset yang tinggi dengan kualitas global. Sepanjang 2020–2024, PolyU memperoleh 1.020 paten, terbanyak kedua di antara universitas penerima dana UGC. PolyU juga menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global seperti NVIDIA, Huawei, dan Alibaba untuk memperkuat hilirisasi riset.
“PolyU memiliki konektivitas internasional yang kuat dan keunggulan lintas disiplin, khususnya di bidang layanan kesehatan berbasis AI, rekayasa berkelanjutan, manufaktur maju, dan pengembangan kota pintar,” ujar Gilinsky.
Prof. Christopher Chao menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja konsisten seluruh komunitas akademik PolyU. Pada 2025, sebanyak 21 akademisi PolyU masuk daftar Highly Cited Researchers Clarivate, sementara 428 peneliti tercatat dalam World’s Top 2% Most-cited Scientists versi Stanford University.
Laporan tersebut juga menyoroti kepemimpinan PolyU di bidang teknik, dengan peringkat keenam dunia dan peringkat kedua global untuk Teknik Sipil versi U.S. News & World Report Best Global Universities Rankings 2025–2026. Di bidang kesehatan, PolyU mengembangkan berbagai inovasi medis berbasis AI, termasuk sistem radioterapi LungRT Pro, perangkat diagnosis skoliosis bebas radiasi Scolioscan®, serta aplikasi skrining penglihatan anak berbasis ponsel pintar.
Selain itu, PolyU mencatat keunggulan unik pada disiplin perhotelan, tekstil, seni, dan desain yang menempatkannya di jajaran peringkat global teratas. Hampir 40 persen publikasi riset PolyU merupakan hasil kolaborasi internasional, dengan 27 persen melibatkan universitas Top 50 dunia.
Usai peluncuran laporan, forum dilanjutkan dengan diskusi panel tingkat tinggi bertema “Innovations and Challenges in Research Evaluation” yang membahas metode evaluasi riset, pengukuran dampak sosial, serta penguatan kolaborasi lintas institusi.
Laporan PolyU Research Excellence Report dapat diakses secara publik melalui situs resmi PolyU.







