Mahasiswa Filipina Tantang Pendidikan Konvensional, Pilih CUHK untuk Studi Akuntansi Profesional

GLOBAL205 Dilihat

HONG KONG, SINKAP.info — Charles Henry Faustino Tan, seorang mahasiswa asal Filipina, mematahkan stereotip pendidikan tinggi tradisional dengan memilih The Chinese University of Hong Kong (CUHK) sebagai tempat menimba ilmu. Keputusannya yang semula tidak direncanakan kini menjelma menjadi pengalaman transformasional yang menginspirasi mahasiswa Asia Tenggara lainnya untuk mempertimbangkan alternatif di luar negara-negara Barat.

Charles, mahasiswa tingkat akhir jurusan Akuntansi Profesional, awalnya menemukan CUHK secara tidak sengaja ketika ibunya menelusuri pilihan universitas.

“Saat itu saya belum tahu banyak tentang reputasi CUHK,” kenangnya.

Namun setelah mengenal sistem perguruan tinggi yang unik, lingkungan kampus hijau yang luas, serta komunitas internasional yang beragam, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di sana.

Mendobrak Konsep Pendidikan Akuntansi Tradisional

Selama masa kuliahnya, Charles menyadari bahwa pendidikan akuntansi tak sekadar hitungan matematis.

“Saya juga dulu berpikir akuntansi hanya soal angka,” ujarnya.

“Tapi sebenarnya, ini adalah bahasa internasional dan seni dalam memahami bisnis.”

MENARIK DIBACA:  Zoho Luncurkan Zoho Books Edisi Singapura, Permudah GST dan E-Invoicing Otomatis

Pengalaman ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam pendidikan profesional di Asia, di mana akuntansi kini diposisikan sebagai peran strategis dalam pengambilan keputusan bisnis.

Dari Kelas ke Dunia Nyata

Melalui program Co-op@CUHK, Charles mengikuti magang sebagai Trainee Financial Planning and Analysis di salah satu perusahaan otomotif besar di Hong Kong. Dalam praktiknya, ia menerapkan teori akademik dalam skenario bisnis nyata seperti analisis pasar dan pelaporan keuangan.

“Saya tak menyangka teori yang kami pelajari di kampus bisa memengaruhi keputusan bisnis bernilai jutaan dolar,” katanya.

Walau awalnya kesulitan karena lingkungan kerja yang didominasi bahasa Kanton, Charles justru menjadikannya peluang untuk mengasah keterampilan komunikasi lintas budaya.

“Supervisor saya lebih peduli pada analisis dan sudut pandang baru yang saya bawa, bukan pada bahasa,” tambahnya.

Jadi Duta Budaya di Kampus

Kini di semester akhir, Charles turut aktif menjadi duta budaya informal. Ia menyadari bahwa banyak calon mahasiswa di Filipina belum mengenal CUHK sebagai alternatif studi luar negeri.

MENARIK DIBACA:  Alibaba Luncurkan Qwen3, Model AI Open-Source dengan Kemampuan Hybrid Reasoning

“Ada anggapan bahwa studi ke luar negeri harus ke Barat,” ujarnya.

“Padahal, Hong Kong memberikan pengalaman unik antara Timur dan Barat, serta dekat dari rumah.”

Charles bersama The Philippine United Student Organisation juga rutin menyelenggarakan acara kebudayaan, seperti Filipino Night Market, yang memperkuat komunitas internasional kampus.

Kehidupan Kampus yang Tak Biasa

CUHK menawarkan pengalaman kampus yang berbeda, bahkan tak jarang menghadirkan kejutan.

“Saya pernah melihat babi hutan, ular, dan monyet di sekitar kampus,” ujar Charles sambil tertawa.

Dengan ruang terbuka yang luas, sistem kolese, dan komunitas majemuk, CUHK dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar sekaligus tempat tumbuh secara personal.

Tentang CUHK
Didirikan pada 1963, The Chinese University of Hong Kong (CUHK) adalah universitas riset terkemuka di Asia. CUHK secara konsisten masuk dalam jajaran kampus terbaik di kawasan, dengan keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan global.