HONG KONG SAR, SINKAP.info — Meningkatnya kebutuhan komputasi global mendorong penggunaan chip berdaya tinggi dengan kepadatan energi ekstrem. Kondisi ini membuat sistem pendinginan udara konvensional semakin mendekati batas kemampuannya, sehingga teknologi pendinginan cair (liquid cooling) kini beralih dari solusi alternatif menjadi infrastruktur utama pusat data modern.
Seiring meningkatnya adopsi pendinginan cair, tantangan baru muncul, terutama pada keandalan sambungan mekanis antar sistem pendingin. Keterbatasan toleransi mekanis pada titik koneksi dinilai berpotensi menurunkan efisiensi energi sekaligus meningkatkan risiko gangguan operasional.
Menjawab tantangan tersebut, Southco memperkenalkan Blind Mate Floating Mechanism, solusi koneksi pendinginan cair yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan stabilitas operasional pusat data berkapasitas besar.
Berdasarkan data Open Compute Project (OCP) dalam dokumen Rack-Mounted Manifold Requirements and Verification Guidelines, penyimpangan mekanis hanya 1 milimeter pada koneksi pendingin cair dapat meningkatkan hambatan aliran hingga 15 persen dan memicu kenaikan konsumsi energi pompa sebesar 7 persen. Dalam skala hyperscale data center dengan ribuan titik sambungan, kondisi ini berpotensi menimbulkan pemborosan energi hingga jutaan kilowatt-jam per tahun.
Southco menilai permasalahan ini diperparah oleh akumulasi toleransi pemasangan rak, getaran selama operasional, serta pemuaian material akibat perubahan suhu. Toleransi statis pada konektor konvensional yang umumnya hanya ±0,5 mm dinilai tidak lagi memadai untuk lingkungan pusat data modern yang dinamis.
Melalui Blind Mate Floating Mechanism, Southco menghadirkan solusi koneksi dengan kemampuan kompensasi toleransi tiga dimensi. Mekanisme ini mampu menyerap penyimpangan hingga ±4 mm secara radial serta hingga 6 mm secara aksial, sehingga tetap menjaga kinerja dan keamanan sistem pendinginan cair.
Selain itu, teknologi self-centering memastikan konektor kembali ke posisi tengah secara otomatis setelah dilepas, memudahkan proses pemasangan ulang tanpa memerlukan penyelarasan visual presisi. Desain ini mendukung standar OCP ORV3 dan kebutuhan arsitektur rak terbuka generasi terbaru.
Southco juga menekankan keandalan jangka panjang produknya. Blind Mate Floating Mechanism telah melalui pengujian tekanan sesuai standar ASME B31.3 hingga 300 psig dan dirancang untuk masa pakai lebih dari 10 tahun, sehingga dinilai mampu mendukung operasi pusat data secara berkelanjutan.
Dari sisi pemeliharaan, penggunaan antarmuka Universal Quick Disconnect Blind (UQDB) memungkinkan perawatan server dilakukan tanpa alat khusus dan tanpa menghentikan sistem secara menyeluruh. Hal ini diklaim dapat memangkas waktu henti operasional hingga lebih dari 90 persen.
Southco menilai adopsi teknologi koneksi fleksibel seperti Blind Mate Floating Mechanism menjadi kebutuhan mendesak bagi pusat data generasi baru, khususnya klaster komputasi AI dan high-performance computing. Selain meningkatkan keandalan operasional, teknologi ini juga berkontribusi terhadap pencapaian target efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon melalui penurunan nilai Power Usage Effectiveness (PUE).
Ke depan, Southco terus mengembangkan teknologi ini dengan mengeksplorasi material ringan berkinerja tinggi, integrasi sensor pintar untuk pemantauan real-time, serta memperkuat kolaborasi ekosistem dan standarisasi global.
Dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade di bidang rekayasa presisi, Southco menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi pusat data menuju sistem pendinginan yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan di era digital.







