Sebulan Berjalan, Operasi Kepabeanan Khusus Hainan FTP Dongkrak Ekonomi dan Perdagangan Global

GLOBAL57 Dilihat

HAIKOU, SINKAP.info — Satu bulan sejak diberlakukannya operasi kepabeanan khusus secara menyeluruh di Pulau Hainan, Hainan Free Trade Port (FTP) mencatat kinerja yang berjalan lancar dan tertib. Kebijakan tersebut menunjukkan capaian awal yang signifikan, mulai dari peningkatan efisiensi logistik, kemudahan mobilitas penumpang, hingga penguatan agregasi ekonomi, sekaligus menegaskan komitmen China terhadap keterbukaan ekonomi tingkat tinggi.

Sejumlah kebijakan khusus kepabeanan mulai memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha. Salah satunya dirasakan oleh Hainan Heren Pearl Co., Ltd., perusahaan yang bergerak di bidang impor mutiara dari luar negeri. Melalui kebijakan pengolahan bernilai tambah, perusahaan tersebut kini dapat menjual produk bernilai tinggi ke pasar domestik China dengan fasilitas bebas bea masuk.

Ketua Hainan Heren Pearl Co., Ltd., Zhang Shizhong, menyebut kebijakan tersebut mampu menurunkan beban pajak perusahaan dari sekitar 52 persen menjadi sekitar 26 persen. Penghematan tersebut selanjutnya dialokasikan untuk pengembangan riset dan inovasi.

“FTP memiliki potensi besar, dan ke depan masih banyak dividen kebijakan yang akan dilepaskan,” ujar Zhang.

Salah satu kebijakan utama dalam Hainan FTP adalah penerapan konsep “akses lebih bebas di garis pertama”, yang mengatur perdagangan antara Hainan dan wilayah di luar perbatasan kepabeanan China, serta “akses terkontrol di garis kedua”, yakni penerapan prosedur kepabeanan standar untuk barang yang masuk dari Hainan ke wilayah daratan China.

Data Bea Cukai Haikou mencatat, sejak 18 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026, nilai impor barang tanpa tarif melalui “garis pertama” mencapai 753 juta yuan atau sekitar 107 juta dolar AS. Sementara itu, nilai penjualan domestik barang hasil pengolahan bernilai tambah melalui “garis kedua” tercatat sekitar 85,9 juta yuan.

MENARIK DIBACA:  Zhengzhou Hidupkan Warisan Budaya Lewat AR di Panggung Global

Di Kota Wanning, aktivitas produksi di Chia Tai (Hainan) Xinglong Coffee Industry Development Co., Ltd. juga meningkat signifikan. Perusahaan ini mengimpor biji kopi hijau dari Kolombia, memprosesnya di Hainan, lalu mendistribusikan produk jadi ke daratan China dengan menikmati pengurangan tarif hingga 8 persen.

Manajer Umum perusahaan, Ye Jian, menilai kebijakan FTP mendorong Hainan berkembang menjadi pusat pengolahan bernilai tambah dan hub perdagangan dengan kemampuan alokasi sumber daya global.

“Perusahaan tidak hanya sekadar singgah di Hainan, tetapi dapat berakar dan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Seiring berlakunya kebijakan tersebut, aktivitas perdagangan dan investasi di Hainan menunjukkan lonjakan. Administrasi Umum Kepabeanan China mencatat sebanyak 5.132 perusahaan perdagangan luar negeri baru terdaftar di Hainan dalam satu bulan terakhir, jumlah yang setara dengan total pendaftaran selama satu kuartal penuh pada 2024. Total entitas pasar perdagangan luar negeri yang terdaftar di Hainan kini telah melampaui 100.000.

Sektor transportasi dan logistik turut merasakan dampak positif. Beberapa hari setelah operasi kepabeanan khusus diberlakukan, sebuah penerbangan dari Praha yang membawa 115 penumpang Eropa mendarat di Kota Sanya. Penerbangan ini menandai dibukanya rute penumpang resmi pertama di China yang beroperasi berdasarkan kebijakan Seventh Freedom of the Air.

MENARIK DIBACA:  VinFast Menjadi Sorotan di IIMS Surabaya 2025, VF 3 Raih "Best EV City Car"

Rute tersebut dioperasikan oleh maskapai Scat Airlines asal Kazakhstan dengan frekuensi satu kali pulang-pergi setiap pekan, sekaligus menjadi terobosan dalam keterbukaan sektor penerbangan di Hainan FTP.

Sementara itu, aktivitas di Pelabuhan Yangpu, pelabuhan kargo terbesar di Hainan FTP, terus meningkat. Kapal-kapal besar bersandar silih berganti, derek peti kemas beroperasi sepanjang hari, dan arus logistik berjalan dengan koordinasi ketat.

Wakil Kepala Biro Transportasi, Pelabuhan, dan Jalur Air Zona Pengembangan Ekonomi Yangpu, Yang Xiaobin, mengatakan Pelabuhan Yangpu akan berperan sebagai gerbang logistik utama Hainan FTP.

“Yangpu ditargetkan menjadi pusat pelayaran dan logistik internasional yang cerdas dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Sepanjang 2025, volume peti kemas di Pelabuhan Yangpu mencapai 3,31 juta TEUs, meningkat lebih dari 65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengamat ekonomi dari Akademi Kerja Sama Perdagangan dan Ekonomi Internasional China, Cui Weijie, menilai peluncuran operasi kepabeanan khusus Hainan FTP memiliki arti strategis di tengah meningkatnya tren deglobalisasi dan ketidakpastian global.

“Kebijakan ini tidak hanya menunjukkan komitmen China terhadap keterbukaan ekonomi berstandar tinggi, tetapi juga memberikan kepastian dan dorongan positif bagi perekonomian global serta kerja sama perdagangan internasional,” kata Cui.