Huawei dan PEA Luncurkan Solusi Gardu Induk Cerdas Berbasis AI di Thailand

GLOBAL, TEKNOLOGI68 Dilihat

BANGKOK, SINKAP.info — Huawei bersama Provincial Electricity Authority (PEA) Thailand resmi meluncurkan intelligent substation solution generasi terbaru dalam ajang bertajuk “AI Empowers New-Gen Intelligent Substations” yang digelar di Bangkok, Senin (5/1/2026). Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi digital dan kecerdasan infrastruktur kelistrikan Thailand.

Presiden Bisnis Enterprise Huawei Thailand, William Zhang, mengatakan bahwa sistem kelistrikan modern saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari integrasi energi ramah lingkungan hingga pola konsumsi listrik yang semakin interaktif. Menurutnya, digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut.

“Sebagai simpul vital dalam jaringan tenaga listrik, gardu induk harus ditingkatkan keandalannya secara menyeluruh. Solusi yang kami kembangkan bersama PEA memanfaatkan konektivitas optik-visual dan pemeliharaan prediktif berbasis AI untuk mendukung inspeksi cerdas serta operasional dan pemeliharaan yang lebih efisien,” ujar Zhang.

Ia menambahkan, solusi tersebut dirancang untuk memastikan gardu induk beroperasi secara aman, andal, dan efisien, sekaligus mendorong peralihan dari sistem pemeliharaan konvensional ke sistem yang lebih cerdas dan proaktif.

MENARIK DIBACA:  Dunia yang Lebih Hijau: Siapa yang Memimpin dalam Mewujudkan Vitalitas?

Sementara itu, Asisten Gubernur Bidang Operasi Jaringan Tenaga Listrik PEA, Pantong Thinsatit, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan faktor krusial dalam pengembangan industri ketenagalistrikan yang berkelanjutan.

“PEA saat ini telah menerapkan sistem gardu induk cerdas tanpa awak di 467 lokasi. Ke depan, kami akan mendorong otomatisasi penuh dengan mengintegrasikan berbagai teknologi seperti tiang pintar, pengenalan pelat nomor kendaraan, pemantauan baterai, hingga tombol darurat untuk respons cepat,” jelas Pantong.

Ia menyebutkan, langkah tersebut bertujuan menjadikan gardu induk sebagai pusat ekosistem energi sekaligus model transformasi digital yang dapat direplikasi di seluruh sektor kelistrikan.

Huawei menilai, gardu induk konvensional masih menghadapi sejumlah kendala utama, seperti keterbatasan pemantauan keamanan, inspeksi manual yang tidak efisien, serta sistem perkabelan lama yang menimbulkan latensi tinggi dan ketidakstabilan jaringan. Solusi terbaru ini diklaim mampu menjawab tantangan tersebut melalui tiga kapabilitas utama.

MENARIK DIBACA:  VinFast Jalin Kemitraan dengan Amarta untuk Kembangkan 22 Showroom di Indonesia

Pertama, perlindungan perimeter berbasis AI yang memanfaatkan sensor serat optik dan algoritma kecerdasan buatan untuk mendeteksi gangguan secara real-time dan memungkinkan verifikasi jarak jauh. Kedua, inspeksi cerdas dengan dukungan visi komputer dan kolaborasi cloud-edge yang memungkinkan pembacaan meter otomatis serta deteksi dini kebocoran oli trafo. Ketiga, konektivitas penuh melalui passive optical network (PON) intra-gardu yang menghadirkan jaringan berkecepatan tinggi dan andal untuk mendukung operasional cerdas.

Kolaborasi antara Huawei dan PEA ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam mendorong inovasi teknologi serta penguatan ekosistem digital di sektor ketenagalistrikan. Ke depan, Huawei menyatakan akan terus memperluas kerja sama dengan perusahaan listrik di Thailand guna mempercepat transformasi digital cerdas di industri energi.