Evakuasi ATR 42-500 Rampung Dirjen PSDKP Kenang Pengorbanan Petugas di Bulusaraung Ekstrem

NASIONAL, Peristiwa117 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info Operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi berakhir setelah berlangsung selama tujuh hari. Seluruh korban berhasil ditemukan hingga Jumat (23/1/2026), menandai berakhirnya salah satu operasi kemanusiaan tersulit akibat medan ekstrem dan cuaca yang tidak bersahabat.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi., MM., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (24/1/2026) sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para petugas di lapangan.

Dirjen PSDKP yang akrab disapa Ipunk menegaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat. Ia menyebut sejumlah institusi yang berperan penting, di antaranya Kementerian Perhubungan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta pemerintah daerah Kabupaten Pangkep dan Maros.

MENARIK DIBACA:  DWP Kutai Barat Hadirkan Presenter TVRI, Latih 150 Peserta Public Speaking

Selain itu, unsur TNI, Polri, dan relawan masyarakat dinilai menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan medan yang sulit dan risiko keselamatan yang tinggi.

“Kami bangga atas keberanian dan keberhasilan para pejuang kemanusiaan di lapangan,” ujar Ipunk.

Menurutnya, kerja kolektif tersebut tidak hanya mencerminkan profesionalisme, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Pengorbanan waktu, tenaga, bahkan keselamatan para petugas dinilai menjadi teladan dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan dan pelayanan kepada negara.

Dalam peristiwa tersebut, tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan turut menjadi korban. Mereka adalah Feri Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Noval yang tergabung dalam Tim Air Surveillance Direktorat Jenderal PSDKP. Ketiganya tengah menjalankan tugas negara dalam misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan saat pesawat mengalami kecelakaan.

MENARIK DIBACA:  JMSI Luncurkan Aplikasi Platform SemuaNews

Ipunk menyampaikan bahwa kepergian ketiga pegawai tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi institusi dan bangsa. Mereka dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dan mengabdikan diri untuk menjaga kekayaan laut Indonesia.

“Pengorbanan mereka menjadi pengingat akan beratnya tugas di balik upaya menjaga kedaulatan sumber daya kelautan dan perikanan nasional,” katanya.

Doa dan penghormatan disampaikan kepada seluruh korban yang gugur dalam tragedi tersebut. Mereka dikenang sebagai patriot bangsa yang wafat saat menjalankan amanah negara, sementara keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan.