KUALA LUMPUR, SINKAP.info — DHL, perusahaan logistik terkemuka dunia, menegaskan kembali komitmennya terhadap Malaysia melalui peluncuran Strategy 2030, sebuah peta jalan lima tahun yang bertujuan mendorong pertumbuhan berkelanjutan dengan fokus pada sektor-sektor bernilai tinggi. Malaysia dinilai sebagai simpul penting dalam jaringan global DHL dan memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan serta destinasi diversifikasi rantai pasok.
DHL mengoperasikan empat divisi utama di Malaysia, mencakup layanan pengiriman domestik, e-commerce, pengiriman ekspres internasional, hingga manajemen rantai pasok industri. Infrastruktur ini didukung oleh pusat data TI dan layanan bersama regional yang mengelola fungsi backend bagi operasional lintas negara.
Sejak beroperasi di Malaysia pada 1968, DHL telah tumbuh seiring perkembangan ekonomi negara yang kini menjadi terbesar kelima di Asia Tenggara. Perusahaan ini kini mempekerjakan lebih dari 4.500 karyawan dan terus melakukan investasi dalam infrastruktur serta kapabilitas layanan.
Malaysia Masuk 20 Pasar Pertumbuhan Tinggi
DHL memasukkan Malaysia dalam daftar 20 negara dengan potensi pertumbuhan tertinggi, seiring dengan meningkatnya investasi asing langsung (FDI) yang mencapai RM378,5 miliar pada 2024. FDI menyumbang 45 persen dari total tersebut, dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Tiongkok, Singapura, dan Hong Kong sebagai investor utama.
Kolaborasi DHL dengan Malaysia Investment Development Authority (MIDA) juga diperkuat melalui pembaruan nota kesepahaman pada Mei 2025, mencakup delapan negara bagian prioritas, termasuk Kedah, Penang, dan Selangor.
Investasi besar terbaru DHL di Malaysia antara lain pembangunan Kuala Lumpur Gateway senilai EUR60 juta (RM300 juta) oleh DHL Express dan komitmen investasi EUR131 juta (RM655 juta) oleh DHL Supply Chain hingga 2028 untuk memperluas kapasitas gudang dan kegiatan keberlanjutan.
Fokus pada Sektor Kesehatan dan Energi Baru
DHL juga memprioritaskan sektor Life Sciences and Healthcare (LSHC), yang diproyeksikan tumbuh lebih dari 10 persen CAGR hingga 2030. Akuisisi CRYOPDP dan investasi EUR500 juta untuk memperluas kapasitas LSH di Asia Pasifik menunjukkan keseriusan perusahaan dalam sektor ini. Di Malaysia, DHL menyediakan solusi rantai pasok lengkap termasuk manajemen rantai dingin untuk produsen alat kesehatan global.
Sektor energi baru dan otomotif turut menjadi fokus utama. Pemerintah Malaysia melalui berbagai kebijakan seperti Low Carbon Mobility Blueprint dan National Energy Transition Roadmap mendorong pertumbuhan kendaraan listrik (EV). DHL kini tengah mempersiapkan pembentukan EV Centre of Excellence di Malaysia untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik regional.
Mendorong E-commerce dan UMKM Lokal
Melalui program GoTrade, DHL telah melatih lebih dari 9.100 pelaku UMKM secara global dan menjangkau lebih dari 2.000 peserta di Malaysia melalui kerja sama dengan MATRADE. Malaysia juga mencatat pertumbuhan e-commerce yang positif dengan proyeksi CAGR 11,25 persen hingga 2029.
Komitmen terhadap Logistik Berkelanjutan
DHL menjadi perusahaan logistik pertama yang menargetkan emisi net-zero pada 2050. Di Malaysia, DHL telah mengoperasikan 74 van listrik dan 9 skuter listrik untuk pengiriman. Layanan GoGreen Plus memungkinkan pelanggan mengurangi emisi Scope 3 melalui penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dalam pengiriman udara dan laut.
Dengan Strategi 2030, DHL menambahkan pilar keempat, “Green Logistics of Choice”, melengkapi tiga pilar sebelumnya: Employer of Choice, Provider of Choice, dan Investment of Choice.
“Dengan cakupan global di lebih dari 220 negara, DHL terus berperan penting dalam menghubungkan bisnis ke rantai nilai internasional,” ujar Julian Neo, Managing Director DHL Express Malaysia dan Brunei.