Sekda Paparkan Kinerja Pemkab Pada Kegiatan Delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

Labuhan Batu357 Dilihat

LABUHANBATU, SINKAP.info – Mewakili Pelaksana Tugas Bupati Labuhanbatu, Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Hasan Heri Rambe memberikan paparan Kinerja Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam Pelaksanaan Delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2023 pada kegiatan Penilaian Kinerja Pemerintah Kabupaten / Kota dalam Pelaksanaan Delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2023 bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sumatera Utara melalui Video Conference di Ruang Data dan Karya Kantor Bupati Labuhanbatu, Rabu (15/05).

Hasan Heri menjelaskan jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 98 desa/kelurahan. Seluruhnya menjadi desa/kelurahan lokus stunting yang dibagi penanganannya dalam 4 (empat) tahun. Tahun 2021 sebanyak 13 desa/kelurahan (kondisi awal prevalensi stunting dalam RPJMD 2021-2026 sebesar 27% dengan jumlah keluarga berisiko stunting 33.103 KK). Tahun 2022 sebanyak 27 desa/kelurahan (ditargetkan 24% terealisasi sebesar 23,9% dengan jumlah keluarga berisiko stunting 33.889 KK).

Pada tahun 2023, 31 desa/kelurahan (ditargetkan 18% terealisasi sebesar 20,2% dengan jumlah keluarga berisiko stunting 41.869 KK), dan Pada Tahun 2024 sebanyak 27 desa/kelurahan (ditargetkan 14%).

Kemudian Hasan Heri juga menjabarkan pencapaian pelaksanaan 8 (Delapan) Aksi Konvergensi penurunan prevalensi stunting 100% melalui intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Adapun intervensi prioritas pada tahun 2023 berupa intervensi sensitif yakni: sanitasi (jamban) mencapai rata-rata cakupan 81,05 % , air bersih dengan cakupan 94,35 % , dan penyediaan bantuan khusus bagi keluarga berisiko stunting.

Selanjutnya intervensi spesifik dalam bentuk: Capaian imunisasi dasar lengkap pada balita mencapai 94,27 % ; Persentase keluarga berisiko stunting yang mendapat pendampingan mencapai 90 % ;

Persentase pasangan calon pengantin yang mendapat bimbingan perkawinan mencapai 100% ; Pelayanan pra nikah berupa: pemeriksaan kesehatan calon pengantin dan pemberian tablet tambah darah ; penyediaan bidan/tenaga kesehatan lainnya di desa/kelurahan untuk mendampingi calon pengantin, ibu hamil dan ibu paska salin termasuk bawah usia dua tahun ;

Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal di daerah berbahan dasar ikan gamak dan daun torbangun melalui dapur sehat (dashat) di kampung kb ; Pelayanan ibu paska salin berupa parenting di posyandu (aspek klinis dan psikologis) serta penyediaan poster pintar untuk mengukur tinggi badan

Pemberian alat antropometri untuk 15 puskesmas dan 553 posyandu serta alat usg 2 dimensi untuk 15 puskesmas di wilayah kabupaten labuhanbatu ; Pelaksanaan program sapa desa setiap bulannya di seluruh desa lokus stunting melalui pelayanan kesehatan dan penuntasan kemiskinan ekstrim sesuai dengan sk bupati no. 410/285/dpmd/2023 tentang penetapan inovasi bupati sapa desa (bupati siap melayani dan peduli masyarakat di desa). Dengan capaian rata-rata cakupan 85%.

Usai tanya jawab, pemberian masukan dan penutup, Sekretaris Daerah memerintahkan para OPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting untuk melakukan apa yang telah direkomendasikan oleh Tim Penilai, dan meningkatkan kinerja dalam menekan angka stunting.

Turut hadir pada kegiatan ini Asisten I Setdakab Labuhanbatu Drs. Sarimpunan Ritonga, M.Pd., Kepala Bappeda Labuhanbatu Hobol Z. Rangkuti, Perwakilan Kodim 0209/LB Pasilog Kodim Unggul S, Perwakilan Polres Labuhanbatu Kasidokkes Polres Labuhanbatu dr. Yessy Simbolon, Sekretaris TP PKK Labuhanbatu Rosida Bulan, Kepala Dinas atau perwakilan Dinas PMD, BPPKB, Dinkes, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Perkim, Dinas PPA, Kemenag Labuhanbatu, SPI Labuhanbatu, BPDSU Rantauprapat, perwakilan Dunia Usaha, dan hadirin undangan lainnya.

 SINKAP.info | Laporan: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *