Keistimewaan Hari Jum’at sebagai Hari Suci untuk Muslimin

Islam564 Dilihat

Oleh : Mas Andre Hariyanto, Alumni Spiritual Preneur Camp Pesantren Bisnis Indonesia (SPC PBI) Tegal Jawa Tengah dan Trainer AR Learning Center

Hari Jum’at merupakan momen yang istimewa dalam kehidupan seorang Muslim. Keutamaan hari ini bukan hanya terletak pada shalat Jum’at, tetapi juga dalam doa, pengampunan dosa, dan pintu-pintu surga yang dibuka.

Oleh karena itu, pada hari Jum’at semua berlomba dalam berbuat kebaikan dan mencari berbagai pahala tentunya.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam menyampaikan,

Sedekah yang diberikan pada Hari Jumat diyakini memiliki nilai berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah pada hari Jumat adalah pahala yang dilipatgandakan.” Sedekah pada hari yang penuh berkah ini dianggap sebagai cara untuk membersihkan harta kita.

Berikut Keutamaan Hari Jum’at

1. Nabi Adam Diciptakan
Keutamaan hari Jum’at yang pertama adalah penciptaan Nabi Adam. Rasulullah SAW menyebut, Nabi sekaligus manusia pertama tersebut diciptakan Allah SWT pada hari Jum’at dengan penuh kemuliaan. Berikut sabdanya,

“Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jum’at. Pada hari itu Adam Alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jum’at.” (H.R Muslim).

2. Hari Suci bagi Umat Islam
Selain itu, keutamaan hari Jum’at berikutnya yakni merupakan satu-satunya waktu suci di antara hari-hari lainnya. Maka dari itu, diwajibkan bagi para lelaki maupun wanita muslim untuk senantiasa beribadah kepada Allah dan meninggalkan urusan dunia seketika.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk menunaikan salat pada hari Jum’at maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS Al Jumu’ah [62]:9).

3. Pahala Dilipatgandakan
Pada hari Jum’at, seluruh amalan yang telah dikerjakan seorang muslim akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Keutamaan hari Jum”at yang satu ini disebut dalam firman Allah yang berbunyi sebagai berikut,

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah:216).

4. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Tak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, beribadah di hari Jumat juga merupakan waktu yang tepat untuk senantiasa meminta pertolongan-Nya. Sebab, hari Jumat disebut sebagai waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Berikut dalilnya,

“Pada hari jumat ada 12 jam. Diantaranya ada satu waktu, apabila ada seorang muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, niscaya akan Allah berikan. Carilah waktu itu di penghujung hari setelah Ashar.” (HR. Abu Dawud)

5. Dosa Terampuni
Keutamaan hari Jumat yang berikutnya adalah diampuninya dosa-dosa. Manusia memang tak dapat luput dari kesalahan dan dosa. Maka dari itu, diampuninya dosa-dosa menjadi salah satu keutamaan hari Jumat yang luar biasa.

“Barang siapa berwudlu kemudian memperbaiki wudlunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan mendengarkan khutbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari diampuni.” (HR. Muslim)

6. Terjaga dari Fitnah Kubur
Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash, barang siapa yang meninggal dunia pada hari Jumat, maka ia terjaga dari fitnah kubur. Berikut dalilnya,

“Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur.”

SINKAP.info | Rls

Komentar