Hari Pertama Idul Fitri 1445, Trip Pertama Ro-Ro Berubah Siang

Bengkalis901 Dilihat

BENGKALIS, SINKAP.info Informasi penting bagi pengguna jasa kapal penyeberangan Roll On – Roll Off (Ro-Ro) rute Air Putih, Bengkalis – Sungai Selari, Bukit Batu atau sebaliknya, terjadi perubahan pada trip keberangkatan pertama pada Hari Raya Idul Fitri 1445.

Jika pada hari biasa, jadwal keberangkatan rute Air Putih, Bengkalis – Sungai Selari, Bukit Batu atau sebaliknya, dimulai dari pagi hari pukul 07.00 WIB, namun pada hari pertama Idul Fitri dimulai pukul 13.00 WIB.

Informasi tentang perubahan jadwal keberangkatan pada trip pertama ini, disampaikan melalui pengumum nomor 551/UPT.P/DISHUB/IV/2025/21 tanggal 5/4 tentang jadwal pengoperasian kapal penyeberangan Ro-Ro khusus pada Hari Rya Idul Fitri 1445, yang ditandatangani Kepala UPT Penyebarangan Dishub, Rasmiati.

MENARIK DIBACA:  Tinjau Asesmen Sumatif SD dan SMP di Mandau Pinggir, Bupati Kasmarni Harapkan Lulus Semua

Perubahan jadwal keberangkatan trip pertama pada hari pertama Idul Fitri seperti tahun-tahun sebelumnya, bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada petugas yang beragama Islam untuk menunaikan shalat ied dan merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Bagi masyarakat yang akan berkunjung ke sanak famili ke Pulau Bengkalis maupun di seberangan (Pulau Sumatera) agar memperhatikan jadwal keberangkatan ini,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Adi Pranoto melalui Kepala Bidang Pelayaran Edi Kurniawan, Sabtu 6/4.

Diungkapkan Edi, perubahan jadwal ini hanya berlangsung pada hari pertama Idul Fitri, selanjutnya pada hari kedua Idul Fitri dan seterusnya jadwal kembali normal seperti biasa.

MENARIK DIBACA:  Tim Verifikasi KPPPA, Bupati Harapkan Bengkalis jadi KLA dengan Prestasi Lebih Baik

Terkait jumlah armad kapal penyeberangan, diterangkan Edi, untuk menangani arus mudik dan arus balik, total jumlah kapal penyebarangan sebanyak 5 unit kapal dan 1 unit kapal disiagakan.

“Pada musim perayaan Idul Fitri ini kapal Ro-Ro yang melayani rute Air Putih – Sungai Selari atau sebaliknya sebanyak 5 unit, namun tetap disiagakan 1 unit. Namun jika terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan, akan diturunkan seluruhnya, sehingga menjadi 6 unit kapal yang beroperasi. Kita lihat situasi di lapangan,” terang Edi.

SINKAP.info | Redaksi

Komentar