Beranda TEKNOLOGI Smartphone

Kejahatan Siber Android, 9 Aplikasi Dicurigai Phising Data Pribadi

276
Foto: iLustrasi - Sumber foto: Jatimtimes

TECH, Sinkap.infoPara peneliti keamanan menyebut kejahatan siber di era Covid-19 telah menjadi ancaman yang lebih besar dari sebelumnya. Taktik dan sasaran dari serangan siber pun makin luas, tak terkecuali aplikasi keuangan yang dapat menguras rekening bank Anda.

Dilansir Tirto.id, Interpol dalam laporannya “Cybercrime: COVID-19 Impact” yang dipublikasikan pada Agustus 2020 mengemukakan bahwa pandemi COVID-19 menjadi konteks berbagai jenis serangan siber yang ditujukan untuk mencuri data, menyebabkan gangguan sampai penghentian sistem untuk meminta tebusan, menipu korban, dan menyebarkan informasi yang tidak benar.

Selain itu Ponsel smartphone yang didukung oleh berbagai aplikasi transaksi keuangan, Tim dari Check Point Research menemukan sejumlah aplikasi mengandung malware berbahaya yang muncul di Google Play Store. Menurut tim peneliti, malware baru bernama Clast82 itu tersembunyi di sembilan aplikasi yang bisa mengambil alih file privasi korbannya dari jarak jauh.

Berikut sembilan aplikasi yang dicurigai dan harus segera dihapus dari perangkat Anda:

  1. Cake VPN (com.lazycoder.cakevpns)
  2. Pacific VPN (com.protectvpn.freeapp)
  3. eVPN (com.abcd.evpnfree)
  4. BeatPlayer (com.crrl.beatplayers)
  5. QR / Barcode Scanner MAX (com.bezrukd.qrcodebarcode)
  6. Pemutar Musik (com.revosleap.samplemusicplayers)
  7. tooltipnatorlibrary (com.mistergrizzlys.docscanpro)
  8. QRecorder (com.record.callvoicerecorder)
  9. eVPN (com.abcd.evpnfree).

Mereka menjelaskan, malware itu sewaktu-waktu bisa menyerang dari program ponsel hingga jaringan VPN. Menurutnya lagi, malware tersebut mampu menghindar dari sistem deteksi keamanan Google Play Protect.

Setelah itu, aplikasi tersebut menyuntikkan alienbot malware-as-a-service (Maas) berisikan kode berbahaya ke dalam perangkat korbannya. Dari situ, pelaku kejahatan mengambil alih perangkat dari jarak jauh dan mengakses aplikasi keuangan di perangkat Android milik korbannya.

Source: JPNN

Facebook Comments