Beranda BERITA Kesehatan Waspadai DBD di Musim Hujan, Mencegah Lebih Baik dari Mengobati

Waspadai DBD di Musim Hujan, Mencegah Lebih Baik dari Mengobati

414
Foto: Demam berdarah - Sumber: merdeka.com

HEALTH, Sinkap.info — Nyamuk Aedes Aegypti atau nyamuk demam berdarah mulai bermunculan saat musim hujan. Nyamuk ini memiliki ciri badan belang hitam putih. Korban yang terkena gigitan nyamuk DBD berdampak pada kesehatannya. Perlu diwaspadai penyebaran nyamuk DBD pada saat musim hujan, sebelum terjangkit Korban DBD mencegah lebih baik dari mengobati.

Perlu kita pahami fase penyakit Demam Berdarah mengalami tiga fase, yaitu demam, kritis dan penyembuhan. Saat fase demam, pasien DBD akan mengalami demam secara tiba-tiba dengan suhu badan mencapai 40 derajat celsius selama 2 sampai 7 hari.

Beberapa pasien DBD bahkan mengalami nyeri dan infeksi tenggorokan, sakit di sekitar bola mata, anoreksia (gangguan selera makan), mual dan muntah. Gejala-gejala inilah yang menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit yang mengarahkan dokter pada diagnosis demam berdarah.

Lalu dalam fase kritis, pasien akan merasa sembuh dan bisa beraktivitas kembali. Karena fase kritis ini ditandai dengan penurunan suhu hingga 37 derajat celsiius ke suhu normal. Namun perlu diwaspadai, karena fase ini justru semakin mengurangi trombosit pasien DBD.

MENARIK DIBACA:  Enam Penyebab Mr. P Mengecil, Apa Bisa?

Sedangkan dalam fase penyembuhan, berarti pasien DBD sudah melewati masa fase kritis. Meskipun penderita masih mengalami demam, namun tak perlu dikhawatirkan. Karena trombosit akan perlahan naik dan normal kembali. Pasien akan mengalami pengembalian cairan tubuh secara perlahan pada 48-72 jam setelahnya.

Cara Mengobati Sakit DBD
Mengobati pasien DBD bisa dengan memakan beberapa buah-buahan, seperti jus jambu biji dan buah-buahan serta sayur-sayuran yang mengandung vitamin C. Pasien DBD juga memerlukan banyak cairan. Disarankan untuk banyak minum air putih untuk memastikan kondisi pasien DBD tetap stabil. Jika kondisi belum stabil, korban bisa dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), rawat inap sangat diperlukan bagi orang yang terkena demam berdarah serius. Pasien DBD akan melewati masa-masa kritis selama 24 hingga 48 jam lamanya. Masa-masa ini yang akan menentukan peluang pasien untuk bertahan hidup. Bila pada saat ini pasien tidak ditangani dengan tepat, akibatnya bisa fatal.

MENARIK DIBACA:  Ketua MPC PP Meranti, Asnan Mahadar Acungi Jempol Tim Gugus Covid 19

Cara Mencegah DBD
Agar tak terjangkit DBD, ada baiknya melakukan beberapa pencegahan, seperti membersihkan rumah. Pemilik rumah harus membersihkan beberapa tempat kesukaan nyamuk. Tempat-tempat itu adalah tumpukkan baju, karena nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. Kemudian genangan air, dan tempat-tempat berdebu. Nyamuk-nyamuk akan bertelur di tempat-tempat yang kotor dan lembab.

Selain itu, pemilik rumah harus menambah sirkulasi udara. Misalnya, membuka jendela rumah saat pagi hari untuk melancarkan sirkulasi udara, dan juga mendapat cahaya yang maksimal.

Pemilik rumah juga bisa memasang kelambu di jendela. Jadi, nyamuk akan sulit masuk rumah saat jendela terbuka. Untuk mengusir nyamuk, bisa juga digunakan kapur barus yang dibakar. Kemudian diletakkan di dalam ruangan dan tutup jendela. Diamkan sekitar 15 menit. Nyamuk-nyamuk DBD atau demam berdarah akan hilang.*

Sumber: Merdeka.com

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here