Beranda KEILMUAN Islam Asuransi Syariah yang Pernah Diterapkan Zaman Nabi Muhammad SAW

Asuransi Syariah yang Pernah Diterapkan Zaman Nabi Muhammad SAW

856

SINKAP – Asuransi secara syariah dan diperbolehkan hanya ada dua, yang pertama asuransi Mantab (Mandiri tabungan) dengan cara menyisihkan uang dengan niat menabung untuk persiapan perencanaan kedepan dengan kalkulasi tabungan real premi sesuai dengan simpanan. Kedua Asuransi sosial berupa asuransi iuran sebagai contoh misalnya dalam suatu komunitas disepakati adanya iuran 500ribu/bulan untuk iuran pendidikan sehingga jika ada salah satu anggota komunitas yang yang memiliki anak untuk menuntut ilmu dibangku sekolah hingga perkuliahan maka dana yang terkumpul akan diberikan kepada keluarga yang membutuhkan sesuai keperluan dalam  bentuk santunan pendidikan.

Praktik asuransi yang pernah diterapkan di zaman Rasulullah yakni pada Bani Asy’ari  sebagaimana disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari “Nabi Muhammad SAW pernah memuji seseorang dari Asya’ari, orang orang Asya’ari jika kekurangan makanan mereka mengumpulkan kelebihan makanan didalam sebuah kain lalu dibagi rata kepada yang membutuhkan dengan adil.

MENARIK DIBACA:  Amerika dan Eropa Barat Memilih Islam? Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia

Pada saat mengumpulkan makanan dengan jumlah yang berbeda, ada yang sedikit dan ada yang banyak namun pada saat diberikan kepada yang membutuhkan, penerima mendapatkan dalam jumlah yang sama. Sehingga praktik ini diizinkan oleh Rasulullah SAW dengan mengucapkan: “Saya bagian dari mereka, dan mereka bagian dari saya”. Menurut Ulama inilah yang dikenal dengan prinsip asuransi sosial yaitu asuransi yang diniatkan dari awal untuk beramal dan bukan dijadikan untuk meraup keuntungan. (admin)

Sumber: Ustadz. Ammi Nur Baits

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here