Beranda KEILMUAN Islam Bacalah! Mengingat Kembali Pesan dan Wasiat Terakhir Nabi Muhammad SAW Kepada Umatnya

Bacalah! Mengingat Kembali Pesan dan Wasiat Terakhir Nabi Muhammad SAW Kepada Umatnya

20
0
Rasulullah
Foto: Ilustrasi Suasana Ibadah Haji
Rasulullah
Foto: Ilustrasi Suasana Ibadah Haji

Sinkap-Rasul Allah Nabi Muhammad SAW sebagai penutup Nabi dan tiada lagi Nabi terakhir selain Baginda Nabi Muhammad SAW, Utusan Allah yang membawa kemurnian ajaran agama Islam bagi umatnya. Cukup sudah bagi Allah dan Rasul apa yang sudah diwahyukan oleh Allah kepada Rasul-Nya, tanpa mengurangi dan menambah lagi paham ajaran baru selain dari pedoman hidup sebagai umat Muslim yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Nabi Muhammad SAW sebagai manusia yang mulia pada akhir masa hidupnya sudah meninggalkan pesan terakhirnya bagi umat Muslim yang saat itu hadir mendengarkan khutbah beliau di padang Arafah. Baginda Rasulullah SAW menyampaikan mauidzah sebagai pesan terakhir yang ditujukan kepada jemaah Haji yang hadir saat itu dan juga merupakan pesan untuk seluruh umat muslim dan wajib disampaikan dari masa ke masa hingga akhir zaman dan berakhirnya masa didunia ini (kiamat). Pesan terakhir yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadist shahih  Bukhari Muslim yang artinya bertuliskan sebagai berikut:

“Wahai manusia, dengarkanlah perkataanku ini! Karena aku tidak tahu apakah aku dapat menjumpaimu lagi setelah setahun ini ditempat wuquf ini.

“Wahai manusia, sesungguhnya darah kamu dan harta kekayaan kamu merupakan kemuliaan bagi kamu sekalian, sebagaimana mulianya hari ini dibulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini. Ketahuilah sesungguhnya tradisi jahiliah mulai hari ini tidak berlaku lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan (seperti pembunuhan, dendam dan lain-lain) yang telah terjadi dimasa jahiliyah, semuanya batal dan tidak berlaku lagi”

MENARIK DIBACA:  Kisah Inspiratif Jad, Mualaf Yahudi Masuk Islam dan MengIslamkan Jutaan Umat

“Wahai manusia, Aku (Nabi Muhammad SAW) berwasiat kepadamu! Perlakukanlah perempuan dengan baik. Kalian sering memperlakukan mereka seperti tawanan. Kalian tidak berhak mempelakukan mereka kecuali dengan baik (kesantunan).”

“Wahai manusia, Aku berwasiat kepadamu, perlakukanlah isteri-isterimu dengan baik. Kalian telah mengambilnya sebagai pendamping hidupmu berdasarkan amanah Allah, dan kalian dihalalkan berhubungan suami-isteri berdasarkan sebuah komitmen untuk kesetiaan yang kokoh.”

“Wahai manusia, Sesungguhnya setan itu telah putus asa untuk dapat disembah oleh manusia di negeri ini, akan tetapi setan itu masih terus berusaha (untuk menganggu kamu) dengan cara yang lain. Setan akan merasa puas jika kamu sekalian melakukan perbuatan tercela. Oleh Karena itu hendaklah kamu menjaga agamamu dengan baik.”

“Perhatikanlah perkataanku ini, Sesungguhnya aku telah menyampaikannya: “Aku tinggalkan sesuatu bagi kamu sekalian. Jika kamu berpegang teguh dengan apa yang aku tinggalkan itu, maka kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya (As-Sunnah).”

“Wahai manusia, dengarkanlah dan taatlah kamu kepada pemimpinmu, walaupun kamu dipimpin oleh seorang hamba sahaya dari negeri Habsyah (Etiopia) yang berhidung pesek (berkulit hitam), selama dia menjalankan ajaran Kitab Allah (Al-Qur’an) kepada kamu sekalian.”

“Lakukanlah sikap baik terhadap hamba sahaya. Berikan makan kepada mereka dengan apa yang kamu makan dan berikanlah pakaian kepada mereka dengan pakaian yang kamu pakai. Jika mereka melakukan suatu kesalahan yang tidak dapat kamu maafkan, maka juallah hamba sahaya tersebut dan janganlah kamu menyiksa mereka.”

“Wahai manusia, dengarkanlah kata-kataku ini dan perhatikanlah dengan sungguh-sungguh. Ketahuilah bahwa setiap muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, dan semua kaum muslimin itu bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan kerelaan hati. Oleh sebab itu janganlah kamu menganiaya diri kamu sendiri”.

MENARIK DIBACA:  Tinjauan Filsafat "Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli"

“Ya Allah, sudahkah aku menyampaikan pesan ini kepada mereka? Kamu sekalian akan menemui Allah, maka setelah kepergianku nanti janganlah kamu menjadi sesat seperti sebagian kamu memukul tengkuk sebagian yang lain (berkhianat).”

“Hendaklah mereka yang hadir dan mendengar khutbah ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir. Berulang kali orang yang mendengar berita tentang khutbah ini dikemudian hari lebih memahami daripada mereka yang mendengar langsung pada hari ini.”

“Kalau kamu semua nanti akan ditanya tentang aku, maka apakah yang akan kamu katakan? Semua yang hadir menjawab: Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan tentang kerasulanmu, engkau telah menunaikan amanah, dan telah memberikan nasehat. Sambil menunjuk ke langit, Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda: “Ya Allah, saksikanlah pernyataan mereka ini. Ya Allah, Lihatlah mereka telah menyatakan itu. Ya Allah, saksikanlah perenyataan mereka ini, Ya Allah, saksikanlah perenyataan mereka ini.” (HR. Bukhari Muslim)

Setelah menyampaikan pesan terakhir Nabi Muhammad SAW dihadapan ratusan ribu umat muslim saat khutbah haji wada’ di padang arafah. Allah SWT menurunkan wahyu-Nya, firman Allah terakhir yaitu ayat ke-3 dari surat Al-Maidah: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam sebagai agama bagimu.”

Sumber referensi: kabarmakkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here